Beasiswa
Hilmi An Naufal

Unisa Yogyakarta Sulap Botol Plastik Jadi Dana Beasiswa, Pengunjung Bisa Ikut Donasi di Unisa Fest 2026

Unisa Yogyakarta Sulap Botol Plastik Jadi Dana Beasiswa, Pengunjung Bisa Ikut Donasi di Unisa Fest 2026

09 Oktober 2026 | 09:14

KebonCinta.com — Botol plastik bekas biasanya berakhir menjadi sampah setelah sebuah acara selesai digelar.

Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta mencoba mengubah kebiasaan tersebut dengan memanfaatkan botol plastik untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa kurang mampu.

Program tersebut menjadi bagian dari Unisa Fest 2026 yang digelar pada 9 hingga 10 Oktober.

Masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan dan sekaligus membawa sampah botol plastik untuk didonasikan.

“Nanti yang datang bisa mendonasikan sampah botol plastik kemasan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta Sinta Maharani.

Botol plastik yang terkumpul kemudian akan dikelola oleh Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah atau Madaris Unisa Yogyakarta.

Nilai ekonomi dari pengelolaan sampah tersebut diarahkan menjadi bagian dari program beasiswa mahasiswa yang membutuhkan bantuan.

Konsep ini baru pertama kali diterapkan dalam Unisa Fest.

Meski demikian, pengelolaan sampah bukan hal baru di lingkungan kampus karena Unisa telah melakukan pemilahan antara sampah organik dan nonorganik.

Panitia melihat banyaknya sampah botol setelah pelaksanaan sebuah acara sebagai persoalan sekaligus peluang.

Daripada langsung menjadi limbah, botol tersebut dapat dikumpulkan dan diolah sehingga mempunyai nilai ekonomi.

Hasil akhirnya kemudian dapat membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.

Program ini juga menjadi contoh sederhana bagaimana isu lingkungan dapat digabungkan dengan kegiatan sosial.

Satu botol mungkin memiliki nilai ekonomi yang kecil.

Baca Juga: 6 Manfaat Teh Cengkeh yang Menarik Diketahui, Kaya Antioksidan hingga Bantu Relaksasi 

Namun ketika ribuan botol dikumpulkan, nilai tersebut dapat menjadi lebih berarti.

Unisa sebelumnya juga mempunyai sejumlah kegiatan filantropi internal.

Salah satunya Gerakan Serdadu atau Seribu dan Dua Ribu yang mengajak warga kampus membiasakan bersedekah dalam nominal kecil.

Dana dari berbagai program filantropi kemudian dikumpulkan untuk membantu mahasiswa.

Pada 2025, Unisa Yogyakarta mengalokasikan sekitar Rp61 juta dari program sedekah untuk membantu sekitar 22 mahasiswa kurang mampu.

Penetapan penerima dilakukan berdasarkan kriteria yang ditentukan bersama lembaga terkait di lingkungan Muhammadiyah.

Unisa Fest tahun ini juga memiliki kegiatan Charity Fun Walk.

Seluruh hasil penjualan tiket kegiatan tersebut diarahkan kepada pelaku UMKM disabilitas.

Panitia menyebut lebih dari 1.300 tiket fun walk telah terjual.

Acara juga melibatkan puluhan pelaku UMKM dari lingkungan sekitar kampus.

Konsep yang diusung menunjukkan bahwa sebuah festival kampus tidak harus berhenti pada kegiatan hiburan.

Acara dapat digunakan untuk membangun kepedulian lingkungan, menggerakkan ekonomi warga sekaligus membantu mahasiswa yang membutuhkan.

Bagi pengunjung yang hadir, membawa botol plastik bekas menjadi cara sederhana untuk ikut berkontribusi.

Botol yang sebelumnya dianggap sampah justru dapat berubah menjadi bagian dari biaya pendidikan seseorang.

Tags:
Unisa Yogyakarta Beasiswa Mahasiswa Sampah Plastik Unisa Fest 2026 Mahasiswa Lingkungan Kampus

Komentar Pengguna