KebonCinta.com - Siswa SMA, MA, SMK, dan sederajat perlu memperhatikan rangkaian jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Berdasarkan jadwal dalam materi sumber, pelaksanaan utama ujian berlangsung secara bertahap mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Menjelang pelaksanaan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan siswa agar tidak hanya berfokus pada penguasaan materi. Strategi mengerjakan soal dan kesiapan mental juga menjadi bagian penting dalam menghadapi ujian.
Dengan memahami jadwal serta menyiapkan diri sejak awal, siswa dapat mengatur waktu belajar dan mengetahui tahapan pelaksanaan yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Jangan Tertipu Rating! Ini 7 Cara Memilih Tempat Makan Online agar Tak Kecewa
Berikut rangkaian jadwal TKA 2026 untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat sebagaimana tercantum dalam materi sumber.
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran TKA | 27 Juli–27 September 2026 |
| Simulasi TKA | 21–27 September 2026 |
| Gladi bersih gelombang 1 | 5–11 Oktober 2026 |
| Gladi bersih gelombang 2 | 12–18 Oktober 2026 |
| Pelaksanaan gelombang 1 | 26–29 Oktober 2026 |
| Gelombang khusus mata pelajaran wajib | 31 Oktober–1 November 2026 |
| Pelaksanaan gelombang 2 | 2–5 November 2026 |
| Gelombang khusus mata pelajaran pilihan | 7–8 November 2026 |
| TKA susulan gelombang 1 | 16–19 November 2026 |
| TKA susulan mata pelajaran wajib | 21–22 November 2026 |
| TKA susulan gelombang 2 | 23–26 November 2026 |
| TKA susulan mata pelajaran pilihan | 28–29 November 2026 |
| Pengumuman hasil TKA | 23 Desember 2026 |
Siswa perlu mencermati jadwal yang berlaku bagi masing-masing peserta, termasuk pembagian gelombang dan ketentuan pelaksanaannya. Informasi akhir sebaiknya dikonfirmasi melalui sekolah atau pengumuman resmi Kemendikdasmen.
Selain memperhatikan jadwal, siswa perlu menyiapkan diri untuk menghadapi ujian. Abdul Mu'ti menyampaikan tiga aspek yang harus diperhatikan secara seimbang, yaitu penguasaan materi, strategi, dan mental.
Pertama, siswa perlu memahami materi yang akan diujikan. Kedua, peserta perlu menyiapkan strategi agar dapat membaca dan mengerjakan soal secara efektif. Ketiga, kesiapan mental diperlukan agar siswa tidak mudah panik ketika menghadapi pertanyaan yang dianggap sulit.
Mu'ti mengingatkan bahwa penguasaan materi saja tidak cukup jika strategi pengerjaan keliru. Begitu pula strategi yang baik tidak akan optimal apabila siswa kehilangan ketenangan saat ujian berlangsung.
Mu'ti meminta siswa agar tidak langsung berkecil hati ketika melihat soal TKA yang memiliki teks panjang.
Ia menjelaskan bahwa soal TKA disusun dengan mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA), yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Karena itu, siswa dapat mempersiapkan diri dengan membiasakan membaca teks secara teliti, memahami konteks pertanyaan, dan menemukan informasi yang relevan.
Latihan semacam ini membantu siswa membangun kebiasaan membaca soal secara menyeluruh sebelum menentukan jawaban. Dengan demikian, peserta tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa soal panjang pasti sulit dikerjakan.
Menjelang pelaksanaan TKA, siswa dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk memanfaatkan waktu persiapan secara lebih efektif.
1. Evaluasi pemahaman materi
Tinjau kembali pelajaran dan identifikasi bagian yang belum dikuasai. Gunakan hasil evaluasi untuk menentukan prioritas belajar.
2. Kerjakan latihan soal
Latihan dapat membantu siswa membiasakan diri dengan pertanyaan yang beragam. Setelah mengerjakan soal, pelajari kembali kesalahan agar pemahaman semakin baik.
3. Latih pengaturan waktu
Cobalah mengerjakan latihan dalam batas waktu tertentu. Kebiasaan ini dapat membantu siswa mengelola waktu ketika menghadapi ujian.
4. Jaga kesiapan mental
Bangun rutinitas belajar yang realistis dan seimbangkan dengan istirahat. Hindari menambah tekanan dengan memaksakan diri belajar tanpa jeda.
5. Pastikan jadwal dan informasi teknis
Periksa kembali jadwal, gelombang ujian, serta arahan dari sekolah. Jangan mengandalkan informasi yang belum jelas sumbernya.
Mu'ti juga menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan masa depan siswa dan mendukung kontribusi mereka kepada masyarakat.
Menurutnya, sekolah menjadi bagian penting dalam proses pendidikan yang membantu seseorang berkembang dan melakukan lebih banyak hal bagi orang lain serta bangsa.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa belajar tidak semestinya hanya berorientasi pada ujian.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir