Pendidikan
Al Fina

TKA SMA 2026 Bukan Sekadar Ujian! Ini Perubahan yang Perlu Dipahami Siswa dan Sekolah

TKA SMA 2026 Bukan Sekadar Ujian! Ini Perubahan yang Perlu Dipahami Siswa dan Sekolah

22 Oktober 2026 | 22:39

KebonCinta.com - Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/SMK/sederajat 2026 membawa sejumlah pembaruan dalam pelaksanaannya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyesuaikan jumlah soal Matematika wajib, memperpanjang durasi ujian, serta mengubah skala pelaporan hasil asesmen.

Ketiga perubahan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan asesmen terus dievaluasi agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengukuran kemampuan akademik peserta didik.

Gelombang pertama TKA SMA/sederajat 2026 dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026. Pelaksanaan ujian berlangsung selama empat hari, dengan tiga hari pertama digunakan untuk mata pelajaran wajib.

Bagi siswa, memahami perubahan ini penting untuk menentukan strategi persiapan. Sementara itu, sekolah perlu memastikan peserta mendapatkan informasi yang benar mengenai mekanisme pengerjaan dan sistem penilaian yang berlaku.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Keluhan Peserta Jadi Pertimbangan Perubahan Soal Matematika

Salah satu evaluasi yang dilakukan Kemendikdasmen berkaitan dengan jumlah soal Matematika wajib.

Pada TKA 2025, peserta menghadapi 30 butir soal Matematika dengan alokasi waktu 75 menit. Sejumlah siswa mengeluhkan bahwa waktu yang tersedia terasa terbatas untuk menyelesaikan semua pertanyaan.

Menanggapi hal tersebut, jumlah soal Matematika wajib pada TKA 2026 dikurangi menjadi 25 butir, sedangkan waktu pengerjaan ditetapkan selama 75 menit.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, menyampaikan bahwa penyesuaian tersebut ditujukan untuk memberikan alokasi waktu yang lebih proporsional bagi peserta.

"Tahun 2026 ini, InsyaAllah satu soal diberikan alokasi waktu 3 menit. Jadi, dengan 75 menit waktu alokasi yang disediakan adalah 25 butir soal pertanyaan," jelas Rahmawati dalam taklimat media pada Mei 2026.

Dengan jumlah tersebut, peserta secara rata-rata memperoleh waktu tiga menit untuk setiap soal. Meski begitu, kebutuhan waktu bisa berbeda bergantung pada tingkat kesulitan dan cara siswa menyelesaikan persoalan.

Pengurangan jumlah soal bukan berarti peserta dapat mengabaikan persiapan. Pemahaman konsep tetap menjadi bekal utama untuk menjawab pertanyaan secara tepat.

Penambahan Durasi Menjadi Bagian dari Penyesuaian Pelaksanaan

Selain jumlah soal, durasi pengerjaan juga menjadi perhatian dalam pembaruan TKA SMA 2026.

Waktu ujian yang sebelumnya 60 menit diperpanjang menjadi 75 menit. Keputusan ini merupakan tindak lanjut atas masukan dari satuan pendidikan di berbagai daerah.

Penambahan waktu selama 15 menit diharapkan memberikan kesempatan lebih memadai bagi siswa untuk membaca pertanyaan, memahami konteks, dan menyusun jawaban.

BKPDM Kemendikdasmen mengonfirmasi bahwa pembaruan pelaksanaan TKA mencakup penyesuaian yang perlu diketahui peserta.

"Selain penyesuaian durasi, terdapat pula beberapa pembaruan dalam pelaksanaan TKA yang perlu Sobat Belajar ketahui," tulis BKPDM Kemendikdasmen dalam akun resminya, dikutip Kamis (22/10/2026).

Bagi sekolah, informasi tersebut perlu disampaikan kepada siswa sebelum pelaksanaan ujian. Sosialisasi yang baik dapat membantu peserta memahami aturan dan menghindari kesalahpahaman mengenai mekanisme pengerjaan.

Skor Baru Menekankan Pengukuran Kemampuan Terstandar

Pembaruan lain yang tidak kalah penting adalah perubahan skala skor TKA dari 0–100 menjadi 200–800.

Dalam sistem sebelumnya, nilai pada rentang 0–100 kerap diasosiasikan dengan persentase jawaban benar. Sementara itu, skala baru digunakan untuk menyampaikan estimasi kemampuan akademik berdasarkan sistem pengukuran terstandar.

Penilaian TKA menggunakan metode Item Response Theory Two-Parameter Logistic Model (IRT 2PL). Metode ini memperhitungkan pola respons peserta dan karakteristik soal, termasuk tingkat kesulitan serta daya pembeda.

Pusmendik menjelaskan bahwa rentang skor baru bukanlah ukuran persentase jawaban benar. Skala 200–800 juga bukan batas mutlak kemampuan seseorang, melainkan batas dalam pelaporan hasil asesmen.

BKPDM Kemendikdasmen turut menegaskan bahwa perubahan skala tidak berarti tingkat kesulitan soal meningkat.

"Perubahan skala tidak berarti soal menjadi lebih sulit. Kesulitan ditentukan oleh rancangan soal, sedangkan skala menentukan bagaimana hasil dilaporkan," tulis BKPDM Kemendikdasmen.

Penjelasan ini penting agar siswa tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa angka yang lebih rendah pada skala baru menunjukkan kegagalan. Pemaknaan hasil harus mengikuti metode penilaian yang digunakan.

Apa yang Perlu Disiapkan Siswa Sebelum TKA?

Menghadapi TKA SMA/SMK/sederajat 2026, siswa perlu memusatkan perhatian pada penguasaan materi dan strategi mengerjakan soal.

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

1. Pelajari materi sesuai cakupan asesmen. Pastikan konsep dasar setiap mata pelajaran wajib dipahami, bukan sekadar menghafal jawaban.

2. Latihan mengelola waktu. Biasakan mengerjakan latihan dengan batas waktu agar dapat menentukan kapan perlu melanjutkan ke soal berikutnya.

3.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
TKA SMA kemendikdasmen Tes Kemampuan Akademik

Komentar Pengguna