keboncinta.com- Guru mungkin pernah menghadapi situasi ketika siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik pada akhir pembelajaran, tetapi kesulitan mengingat materi yang sama beberapa hari kemudian. Kondisi ini menunjukkan bahwa memahami pelajaran saat dijelaskan belum tentu membuat informasi bertahan lama dalam ingatan.
Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah retrieval practice, yaitu teknik pembelajaran yang melatih siswa mengingat kembali informasi yang telah dipelajari tanpa langsung melihat buku atau catatan.
Menariknya, strategi ini tidak harus dilakukan melalui ujian panjang. Guru dapat menerapkannya melalui kuis ingatan selama lima menit, tanpa memberikan nilai atau peringkat kepada siswa.
Lantas, apa itu retrieval practice, bagaimana manfaatnya, dan seperti apa cara membuat kuis singkat yang efektif?
Retrieval practice adalah strategi belajar yang dilakukan dengan berusaha mengingat kembali informasi atau pengetahuan yang sebelumnya telah dipelajari.
Berbeda dari membaca ulang buku, teknik ini mendorong siswa mengambil informasi dari ingatannya sendiri.
Sebagai contoh, setelah mempelajari perubahan wujud benda, guru meminta siswa menyebutkan tiga jenis perubahan wujud tanpa membuka buku.
Kegiatan sederhana tersebut merupakan bentuk retrieval practice.
Menurut Education Endowment Foundation (EEF), latihan mengingat kembali merupakan strategi yang didukung penelitian mengenai pembelajaran dan daya ingat.
Namun, efektivitas penerapannya tetap bergantung pada kualitas pertanyaan, tingkat kesulitan, dan cara guru memberikan umpan balik.
Ketika siswa berusaha mengingat jawaban, mereka melatih kemampuan mengakses kembali informasi yang tersimpan dalam ingatan.
Proses tersebut dapat membantu memperkuat pembelajaran dibandingkan hanya membaca materi berulang kali.
Dalam kajian ilmiah berjudul Practicing Retrieval Facilitates Learning, Kathleen B. McDermott menjelaskan bahwa latihan mengingat kembali mempunyai manfaat bagi pembelajaran dan kemampuan mempertahankan informasi dalam jangka panjang.
Selain membantu ingatan, kuis singkat juga memberikan informasi kepada guru mengenai materi yang sudah dipahami dan bagian yang masih membutuhkan penjelasan.
Baca Juga: Peran Asesmen Formatif dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Guru dapat menerapkan retrieval practice pada awal pembelajaran untuk mengulang materi pertemuan sebelumnya.
Berikut contoh alokasi waktu selama lima menit.
Sampaikan kepada siswa bahwa kegiatan tersebut bukan ujian dan tidak memengaruhi nilai rapor.
Guru dapat mengatakan:
"Hari ini kita mencoba mengingat kembali materi yang sudah dipelajari. Tidak ada nilai atau peringkat. Kegiatan ini membantu kita mengetahui bagian yang sudah diingat dan bagian yang perlu dipelajari lagi."
Penjelasan ini penting agar siswa lebih nyaman mencoba menjawab, termasuk ketika belum yakin terhadap jawabannya.
Guru menuliskan tiga pertanyaan pada papan tulis atau menampilkannya melalui proyektor.
Pertanyaan sebaiknya berkaitan dengan konsep penting yang sudah diajarkan, bukan materi yang sama sekali baru.
Siswa menjawab secara mandiri tanpa membuka catatan.
Gunakan kombinasi pertanyaan mengingat fakta, memahami konsep, dan memberikan contoh sederhana.
Setelah waktu menjawab selesai, guru membahas jawaban yang benar.
Siswa dapat memeriksa pekerjaannya sendiri dan memperbaiki jawaban yang belum tepat.
Guru sebaiknya menjelaskan alasan suatu jawaban benar, bukan hanya menyebutkan kunci jawaban.
Pada menit terakhir, siswa diminta menandai satu materi yang sudah dikuasai dan satu hal yang masih membingungkan.
Guru dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan bagian yang perlu diulang pada pembelajaran berikutnya.
Seluruh rangkaian berlangsung selama lima menit dan tidak membutuhkan proses pemberian nilai.
Mata pelajaran: IPAS
Materi: Perubahan wujud benda
Guru dapat memberikan tiga pertanyaan berikut:
Contoh jawaban:
Melalui pertanyaan tersebut, siswa tidak hanya mengingat istilah, tetapi juga menjelaskan proses berdasarkan pemahaman sebelumnya.
Mata pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Teks eksplanasi
Contoh pertanyaan:
Contoh jawaban:
Pertanyaan dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa dan materi yang telah dipelajari.
Tujuan utama kuis ini adalah membantu proses belajar, bukan menentukan peringkat siswa.
Menurut RetrievalPractice.org, kegiatan mengingat kembali tidak harus diberi angka atau nilai. Guru dapat membahas jawaban bersama dan meminta siswa melakukan pemeriksaan mandiri.
Kuis tanpa nilai dapat mengurangi tekanan bagi sebagian siswa dan memberikan kesempatan untuk mencoba, melakukan kesalahan, kemudian memperbaiki pemahaman.
Namun, tidak berarti seluruh asesmen di sekolah harus dihilangkan nilainya.
Retrieval practice tanpa nilai merupakan strategi latihan yang dapat melengkapi asesmen formatif maupun sumatif.
Retrieval practice dapat diterapkan pada awal, tengah, atau akhir pembelajaran.
Akan tetapi, latihan mengingat kembali materi dari pertemuan sebelumnya dapat menjadi pilihan yang praktis.
Guru juga dapat mengulang materi yang sama setelah beberapa hari atau satu minggu. Pendekatan ini dikenal sebagai spaced retrieval practice, yaitu latihan mengingat yang diberikan dengan jeda waktu.
Sebagai contoh, materi yang dipelajari pada hari Senin dapat dimunculkan kembali dalam pertanyaan singkat pada Kamis atau pekan berikutnya.
Dengan demikian, kuis tidak hanya mengukur ingatan sesaat setelah siswa mendengar penjelasan.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Fokus Siswa di Kelas
Ada beberapa kesalahan yang dapat mengurangi manfaat retrieval practice.
Pertama, memberikan pertanyaan yang terlalu sulit sehingga sebagian besar siswa tidak mampu mengingat materi sama sekali.
Kedua, menjadikan kuis sebagai kegiatan kompetitif yang mempermalukan siswa dengan jawaban salah.
Ketiga, hanya menggunakan pertanyaan hafalan tanpa memberikan kesempatan memahami atau menerapkan konsep.
Keempat, tidak membahas jawaban sehingga siswa tidak mengetahui kesalahan yang perlu diperbaiki.
Kelima, menggunakan waktu terlalu lama hingga mengurangi kesempatan mempelajari materi utama.
Guru juga perlu menyesuaikan bentuk pertanyaan bagi siswa yang membutuhkan dukungan khusus, misalnya dengan jawaban lisan, gambar, atau waktu tambahan.
Guru tidak perlu menyiapkan aplikasi khusus untuk menerapkan retrieval practice.
Kegiatan ini dapat menggunakan papan tulis, kertas kecil, kartu pertanyaan, atau diskusi singkat.
Mulailah dengan dua sampai tiga pertanyaan yang mencakup materi penting.
Jadwalkan secara rutin, tetapi tetap fleksibel sesuai kebutuhan pembelajaran.
Perhatikan jawaban yang paling sering keliru dan gunakan sebagai dasar memperbaiki penjelasan.
Yang terpenting, bangun suasana kelas yang membuat siswa merasa aman untuk mencoba mengingat, bertanya, dan mengoreksi kesalahan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir