KebonCinta.com – Sholat Witir sering dilaksanakan setelah Tarawih, tetapi sebenarnya dapat dikerjakan setiap malam sepanjang tahun. Ibadah ini menjadi penutup sholat malam dan memiliki jumlah rakaat ganjil. Bagaimana jika hanya sempat satu rakaat? Apakah Witir tiga rakaat harus menggunakan dua salam? Berikut panduan niat, tata cara, waktu, dan bacaan setelahnya.
Witir berarti ganjil. Sholat Witir merupakan ibadah malam yang sangat dianjurkan. Dalam hadis riwayat Bukhari nomor 998, Nabi Muhammad saw. menganjurkan agar Witir dijadikan sholat terakhir pada malam hari.
Menurut mazhab Syafi'i, Witir hukumnya sunah muakkad. Mazhab Hanafi memandangnya wajib dengan pengertian hukum menurut mazhab tersebut. Perbedaan ini tidak mengubah kedudukan sholat lima waktu sebagai kewajiban utama.
Waktu Witir berlangsung setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Tidak harus menunggu tengah malam atau setelah Tahajud.
Dalam Sahih Muslim nomor 755a, Nabi memberi tuntunan agar orang yang khawatir tidak terbangun pada akhir malam mengerjakan Witir lebih awal. Orang yang yakin mampu bangun dianjurkan mengakhirkannya karena ibadah pada penghujung malam memiliki keutamaan.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Fardhu, Lengkap dengan Urutan Dzikir, Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Dalam panduan fikih Syafi'i, Witir dapat dilaksanakan satu rakaat sebagai jumlah minimal. Tiga rakaat merupakan pilihan yang umum, sedangkan sebagian ulama menjelaskan bentuk lima, tujuh, sembilan, hingga sebelas rakaat.
Witir tidak harus selalu tiga rakaat. Bagi orang yang baru belajar atau mempunyai waktu terbatas, satu rakaat diperbolehkan menurut mazhab Syafi'i. Mazhab lain memiliki rincian berbeda, sehingga ikuti tuntunan yang dipelajari dari guru tepercaya.
Niat bertempat di hati ketika takbiratul ihram. Contoh lafal yang membantu pembelajaran adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-witri rak‘atan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya berniat sholat sunah Witir satu rakaat karena Allah Taala.”
Mulailah dengan bersuci, menghadap kiblat, dan berniat. Setelah takbiratul ihram, baca Al-Fatihah dan surah yang dikuasai. Lakukan rukuk, iktidal, dua sujud beserta duduk di antaranya dengan tuma'ninah. Kemudian duduk tasyahud akhir dan salam.
Satu rakaat ini dapat menjadi penutup rangkaian sholat malam yang sebelumnya dikerjakan dua rakaat demi dua rakaat.
Dalam penjelasan NU Online, terdapat dua cara yang dikenal:
Dua rakaat lalu satu rakaat (fashal). Kerjakan dua rakaat dan salam. Sesudah itu, mulai sholat Witir satu rakaat dengan takbiratul ihram baru, lalu akhiri dengan salam.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir