KebonCinta.com – Ketika harus memilih jurusan kuliah, menerima tawaran pekerjaan, atau mempertimbangkan pernikahan, seseorang mungkin merasa bimbang. Islam mengajarkan sholat istikharah sebagai cara memohon pilihan terbaik kepada Allah. Ibadah sunah ini memiliki tuntunan dua rakaat dan doa khusus yang dijelaskan dalam hadis sahih, tetapi tidak berarti keputusan harus menunggu mimpi.
Istikharah berarti memohon pilihan yang baik kepada Allah. Sholat istikharah merupakan sholat sunah dua rakaat yang diikuti permohonan agar suatu urusan diberi kemudahan jika membawa kebaikan, atau dijauhkan jika berakibat buruk.
Dasarnya adalah hadis Jabir bin Abdullah dalam Sahih al-Bukhari nomor 1166. Nabi Muhammad saw. mengajarkan istikharah kepada para sahabat ketika mereka hendak melakukan suatu urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surah Al-Qur'an. Istikharah adalah bentuk doa dan tawakal, bukan cara mengetahui masa depan secara pasti.
Istikharah sesuai untuk pilihan yang pada dasarnya diperbolehkan, seperti menentukan kampus, memilih pekerjaan halal, atau mempertimbangkan calon pasangan. Jika suatu tindakan sudah jelas wajib, kewajiban itu tidak perlu diistikharahkan untuk memutuskan apakah akan dikerjakan. Begitu pula perbuatan yang jelas dilarang tidak berubah menjadi boleh karena istikharah.
Sebelum memilih, kumpulkan informasi, pertimbangkan akibatnya, dan mintalah nasihat kepada orang yang kompeten. Dalam urusan pernikahan, misalnya, periksa kecocokan dan hal penting secara wajar. Doa tidak menggantikan tanggung jawab untuk menilai fakta.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Terbaik, dan Jumlah Rakaat
Sholat istikharah dikerjakan dua rakaat di luar sholat fardhu. Niat bertempat di hati ketika takbiratul ihram. Lafal berikut dapat membantu pembelajar, tetapi tidak wajib diucapkan:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-istikhārati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya berniat mengerjakan sholat sunah istikharah dua rakaat karena Allah Taala.”
Sebagian panduan fikih menyebut Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Keduanya boleh dibaca, tetapi bukan syarat sah; surah lain pun diperbolehkan.
Dalam hadis Bukhari, doa istikharah diawali:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ
Allāhumma innī astakhīruka bi‘ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as’aluka min faḍlikal-‘aẓīm.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon pilihan melalui ilmu-Mu, kemampuan melalui kekuasaan-Mu, dan karunia-Mu yang agung.”
Kelanjutan doa berisi pengakuan bahwa Allah mengetahui yang gaib, kemudian permohonan: jika urusan itu baik bagi agama, kehidupan, dan akibat akhirnya, semoga ditetapkan, dimudahkan, serta diberkahi. Jika buruk, semoga dijauhkan dan diganti dengan kebaikan, lalu hati diberi kerelaan menerimanya.
Sebutkan secara spesifik perkara yang sedang dipertimbangkan ketika memanjatkan doa. Lafal Arab lengkap beserta terjemahan dapat dilihat pada hadis Bukhari nomor 1166 dan panduan Muhammadiyah yang dicantumkan sebagai referensi.
Baca Juga: Apa Itu Sujud Sahwi? Penyebab, Bacaan, dan Tata Cara Melakukannya saat Sholat
Tidak ada waktu khusus yang wajib. Istikharah boleh dikerjakan siang atau malam selama bukan waktu yang dilarang untuk sholat sunah tanpa sebab menurut panduan fikih yang diikuti. Muhammadiyah antara lain mengingatkan larangan setelah Subuh hingga matahari terbit, setelah Asar hingga terbenam, dan ketika matahari tepat di atas kepala menjelang Zuhur.
Malam hari sering dipilih karena lebih tenang, bukan karena istikharah hanya sah setelah Isya atau harus dilakukan sebelum tidur. Perincian pengecualian pada waktu terlarang dapat berbeda menurut mazhab.
Tidak. Tidak ada ketentuan dalam hadis Bukhari tersebut yang mensyaratkan datangnya mimpi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir