Jika ingin doa yang jelas bersumber dari Al-Qur'an, bacalah permohonan dalam Surah Al-Baqarah ayat 201:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanah, wa fil-âkhirati hasanah, wa qinâ ‘adzâban-nâr.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” Doa ini boleh dipanjatkan setelah Dhuha maupun pada kesempatan lain.
Pada dasarnya Dhuha lazim dikerjakan sendiri. MUI menerangkan bahwa menurut pembahasan mazhab Syafi'i, pelaksanaannya secara berjamaah diperbolehkan, termasuk untuk pembelajaran, walaupun berjamaah bukan bentuk yang secara khusus dianjurkan seperti pada sholat Id.
Jangan memulai Dhuha persis ketika matahari terbit, mewajibkan jumlah rakaat tertentu, atau menganggap doa populer harus dibaca agar sholat diterima. Sholat Dhuha bersifat sunah sehingga tidak boleh dijadikan alasan meninggalkan sholat wajib, pekerjaan yang menjadi amanah, atau tanggung jawab belajar.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir