Khazanah
M. Panji Maulana

Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Terbaik, dan Jumlah Rakaat

Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Terbaik, dan Jumlah Rakaat

12 Oktober 2026 | 06:00

Namun, Majelis Tarjih Muhammadiyah menyatakan tidak menemukan hadis yang menetapkan lafal itu sebagai doa khusus dari Nabi setelah Dhuha. Karena itu, jangan menganggapnya bacaan wajib atau syarat sah. Sesudah salam, seseorang juga boleh beristighfar dan berdoa dengan kata-kata yang baik, termasuk memohon ampunan, kesehatan, serta rezeki yang halal.

Jika ingin doa yang jelas bersumber dari Al-Qur'an, bacalah permohonan dalam Surah Al-Baqarah ayat 201:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanah, wa fil-âkhirati hasanah, wa qinâ ‘adzâban-nâr.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” Doa ini boleh dipanjatkan setelah Dhuha maupun pada kesempatan lain.

Bolehkah Dhuha Berjamaah?

Pada dasarnya Dhuha lazim dikerjakan sendiri. MUI menerangkan bahwa menurut pembahasan mazhab Syafi'i, pelaksanaannya secara berjamaah diperbolehkan, termasuk untuk pembelajaran, walaupun berjamaah bukan bentuk yang secara khusus dianjurkan seperti pada sholat Id.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Jangan memulai Dhuha persis ketika matahari terbit, mewajibkan jumlah rakaat tertentu, atau menganggap doa populer harus dibaca agar sholat diterima. Sholat Dhuha bersifat sunah sehingga tidak boleh dijadikan alasan meninggalkan sholat wajib, pekerjaan yang menjadi amanah, atau tanggung jawab belajar.

 

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:

Komentar Pengguna