News
Al Fina

Tarif Ojol Antar Makanan Bakal Diatur Komdigi! Penghasilan Driver dan Harga Pesanan Jadi Sorotan

Tarif Ojol Antar Makanan Bakal Diatur Komdigi! Penghasilan Driver dan Harga Pesanan Jadi Sorotan

13 Oktober 2026 | 22:38

KebonCinta.com — Pengemudi ojek online (ojol) yang melayani pengantaran barang dan makanan berpotensi menghadapi perubahan mekanisme penentuan tarif. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah memfinalisasi peraturan menteri yang akan menjadi pedoman tarif layanan on-demand delivery (ODD) menggunakan kendaraan roda dua.

Rencana ini menjadi perhatian karena tarif pengantaran berkaitan langsung dengan pendapatan pengemudi dan biaya yang harus dibayar konsumen. Pemerintah berupaya menyusun formula yang dapat memperkuat perlindungan pengemudi tanpa membuat harga layanan menjadi terlalu mahal.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan menetapkan tarif secara langsung. Sebaliknya, pemerintah akan menyusun formula sebagai pedoman bagi platform dalam menentukan tarif pengantaran barang dan makanan.

Baca Juga: Ini Alasan Soal TKA SMA 2026 Pakai Standar PISA dan Sistem Penilaian IRT 

Aturan tersebut merupakan tindak lanjut amanat Peraturan Presiden mengenai transportasi daring dan ditargetkan terbit sebelum 31 Desember 2026.

Komdigi Siapkan Pedoman Tarif Ojol Pengantaran Barang dan Makanan

Menurut Nezar, layanan pengantaran barang dan makanan memiliki karakteristik berbeda dari layanan pengantaran penumpang. Perbedaan itu mencakup risiko selama perjalanan, jenis barang yang dibawa, serta komponen biaya yang ditanggung pengemudi.

Barang yang diantarkan juga memiliki variasi berat, bentuk, dan cara penanganan. Karena itu, formula tarif pengantaran barang dan makanan tidak bisa begitu saja disamakan dengan skema tarif layanan angkutan penumpang.

Komdigi kini mendalami berbagai komponen pembentukan tarif, mulai dari struktur biaya transportasi dan pola layanan hingga algoritma yang digunakan masing-masing platform untuk menentukan harga.

Pemerintah juga telah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan pengemudi ojol, perusahaan platform, serta kementerian dan lembaga terkait.

Meski demikian, formula final dan rincian teknis tarif masih dalam proses penyusunan. Artinya, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa tarif pengantaran akan langsung naik atau turun setelah aturan diterbitkan.

Penghasilan Driver Ojol Jadi Salah Satu Pertimbangan

Salah satu prinsip utama dalam penyusunan pedoman tarif adalah meningkatkan penghasilan pengemudi sekaligus memberikan perlindungan terhadap risiko pekerjaan.

Bagi pengemudi ojol, pendapatan dari layanan pengantaran tidak hanya berkaitan dengan jumlah pesanan. Biaya operasional seperti bahan bakar, perawatan kendaraan, dan waktu perjalanan juga memengaruhi penghasilan yang dibawa pulang.

Karena itu, formula tarif yang mempertimbangkan struktur biaya dan karakteristik layanan dinilai penting agar penentuan harga tidak mengabaikan kondisi pengemudi di lapangan.

Namun, besaran penghasilan pengemudi nantinya tetap dipengaruhi banyak faktor, termasuk jumlah pesanan, jarak pengantaran, biaya operasional, serta kebijakan platform. Pedoman tarif saja tidak otomatis menjamin pendapatan setiap pengemudi meningkat.

Apakah Harga Pesanan Makanan Bisa Ikut Naik?

Di sisi lain, pemerintah juga memperhitungkan kemampuan konsumen membayar layanan pengantaran. Nezar mengingatkan bahwa kenaikan harga yang terlalu tinggi berpotensi membuat konsumen mengurangi pesanan.

Jika jumlah pesanan menurun, pengemudi justru berisiko kehilangan sebagian peluang pendapatan. Karena itu, pemerintah ingin menemukan titik keseimbangan antara perlindungan pengemudi, keterjangkauan harga, dan keberlangsungan bisnis platform.

Dampak aturan terhadap biaya yang dibayar konsumen belum dapat dipastikan sebelum formula final dan mekanisme penerapannya diumumkan.

Selain tarif pengantaran, total biaya yang muncul dalam aplikasi juga dapat dipengaruhi komponen lain sesuai kebijakan masing-masing platform. Oleh sebab itu, konsumen perlu membedakan tarif layanan pengantaran dari komponen biaya lain yang mungkin tercantum dalam transaksi.

Mengapa Tarif Pengantaran Tidak Bisa Disamakan dengan Tarif Penumpang?

Pengantaran orang dan pengantaran barang memiliki kebutuhan operasional yang berbeda. Pada layanan pengantaran barang dan makanan, pengemudi dapat membawa barang dengan berat, ukuran, dan kebutuhan penanganan yang beragam.

Karakteristik tersebut memengaruhi risiko perjalanan dan biaya yang perlu diperhitungkan. Karena itu, pemerintah menilai mekanisme tarif ODD tidak serta-merta mengikuti pola tarif batas atas dan batas bawah yang digunakan dalam layanan pengantaran penumpang.

Pendekatan berbasis formula diharapkan memberikan pedoman yang lebih sesuai dengan karakter layanan. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada rincian formula, penerapan oleh platform, dan pengawasan setelah aturan berlaku.

Jadwal Aturan Tarif Ojol Baru Terbit

Komdigi menargetkan peraturan menteri mengenai pedoman tarif layanan pengantaran barang dan makanan terbit sebelum 31 Desember 2026.

Sebelum aturan tersebut resmi diterbitkan, pengemudi dan konsumen masih perlu menunggu rincian mengenai formula tarif serta mekanisme penerapannya. Target penerbitan juga perlu dibedakan dari tanggal mulai berlakunya aturan, yang harus merujuk pada ketentuan resmi.

Pada akhirnya, tantangan pemerintah bukan hanya menyusun formula tarif, tetapi memastikan kebijakan tersebut memberikan manfaat yang seimbang. Pengemudi membutuhkan penghasilan dan perlindungan yang layak, konsumen memerlukan harga yang terjangkau, sementara platform harus mampu mempertahankan keberlangsungan layanan.***

Tags:
Komdigi tarif ojol pengantar barang

Komentar Pengguna