KebonCinta.com-- Memasak daging hingga empuk ternyata tidak selalu membutuhkan panci presto. Dengan teknik yang tepat, daging sapi maupun jenis daging lainnya bisa diolah menjadi hidangan yang lembut, gurih, dan mudah dikunyah menggunakan peralatan dapur biasa.
Masalah daging alot sering kali muncul karena pemilihan teknik memasak yang kurang sesuai, pemotongan yang mengikuti arah serat, atau waktu pengolahan yang belum cukup. Padahal, ada sejumlah cara sederhana yang bisa diterapkan untuk mendapatkan tekstur daging yang lebih baik.
Mulai dari mengatur waktu perebusan hingga memanfaatkan bahan alami untuk marinasi, berikut empat trik memasak daging empuk yang bisa dicoba di rumah.
Baca Juga: Contoh RPP Seni Budaya Kelas 8 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Lengkap dengan Langkah Pembelajaran
Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menghemat gas saat merebus daging adalah teknik 5-30-7. Cara ini memanfaatkan proses pemanasan bertahap dengan waktu istirahat di dalam panci tertutup.
Berikut langkah-langkahnya:
Pastikan panci tetap tertutup rapat selama proses pendiaman agar panas tidak cepat hilang. Metode ini dapat membantu melunakkan daging tertentu, meskipun hasilnya bergantung pada jenis potongan, ukuran daging, dan kestabilan suhu.
Perlu diperhatikan, metode tersebut tidak menjamin semua potongan daging langsung empuk. Pastikan daging matang dan aman dikonsumsi. Jika masih keras, lanjutkan memasak hingga teksturnya sesuai.
Bahan-bahan yang tersedia di dapur ternyata bisa membantu memperbaiki tekstur daging sebelum dimasak. Nanas dan pepaya, misalnya, mengandung enzim yang dapat memecah protein sehingga daging menjadi lebih lunak.
Selain buah-buahan tersebut, yogurt dan air lemon juga bisa digunakan sebagai bahan marinasi. Kandungan asamnya membantu memengaruhi tekstur permukaan daging sekaligus menambah cita rasa.
Agar hasilnya optimal, lumuri daging dengan bahan marinasi secara merata, kemudian simpan di dalam lemari es selama proses perendaman.
Untuk nanas dan pepaya segar, gunakan waktu marinasi yang relatif singkat karena enzimnya cukup kuat. Mulailah sekitar 15–30 menit, lalu periksa teksturnya. Sementara itu, marinasi dengan yogurt dapat dilakukan selama beberapa jam di lemari es, bergantung pada ukuran potongan dan resep yang digunakan.
Hindari merendam daging terlalu lama menggunakan nanas atau pepaya karena teksturnya bisa berubah menjadi terlalu lembek.
Baca Juga: Contoh RPP Seni Budaya Kelas 8 Semester 1 Kurikulum Merdeka, Lengkap dengan Tujuan dan Penilaian
Tekstur daging tidak hanya ditentukan oleh cara memasak. Teknik memotong sebelum daging diolah juga berpengaruh terhadap kemudahan saat mengunyah.
Cara yang disarankan adalah mengiris daging melawan arah serat. Perhatikan garis-garis serat pada permukaan daging, kemudian potong tegak lurus terhadap arah tersebut.
Teknik ini membuat serat panjang menjadi lebih pendek sehingga daging terasa lebih mudah dikunyah. Cara tersebut sangat cocok untuk hidangan seperti tumisan, sate, atau irisan daging yang dimasak dalam waktu relatif singkat.
Untuk masakan berkuah atau hidangan yang membutuhkan waktu lama, ukuran potongan juga perlu disesuaikan dengan resep. Potongan yang seragam membantu daging matang lebih merata.
Jika menggunakan potongan daging yang memiliki banyak jaringan ikat, memasak secara perlahan bisa menjadi pilihan yang efektif. Teknik ini dikenal sebagai slow cooking dan dapat diterapkan menggunakan panci biasa.
Proses memasak dalam waktu lama pada suhu rendah membantu kolagen dalam jaringan ikat berubah menjadi gelatin.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir