KebonCinta.com — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/sederajat pada akhir Oktober 2026 semakin dekat. Di tengah persiapan menghadapi ujian, siswa diingatkan untuk tidak langsung merasa minder ketika menemukan soal dengan bacaan panjang. Kemampuan memahami konteks dan menerapkan konsep menjadi bagian penting yang perlu dilatih.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa soal TKA disusun dengan mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA). Karena itu, siswa perlu membiasakan diri menghadapi pertanyaan yang tidak hanya menguji ingatan, tetapi juga pemahaman dan penerapan pengetahuan.
Dikutip dari Kemendikdasmen, Mu’ti menyampaikan pesan tersebut saat mengunjungi SMA Negeri 1 Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, pada 10 Oktober 2026. Ia menekankan tiga hal utama yang perlu dipersiapkan siswa, yakni penguasaan materi, strategi pengerjaan, dan kesiapan mental.
Baca Juga: Guru SD-SMP Wajib Tahu! Beasiswa STEM Kemendikdasmen Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Menghadapi TKA tidak cukup hanya dengan belajar sebanyak mungkin menjelang ujian. Menurut Abdul Mu’ti, siswa perlu mempersiapkan diri secara seimbang agar pengetahuan yang sudah dipelajari dapat digunakan dengan baik saat mengerjakan soal.
Berikut tiga kunci persiapan TKA yang disampaikan Mendikdasmen.
Penguasaan materi tetap menjadi fondasi utama menghadapi TKA. Namun, siswa sebaiknya tidak berhenti pada menghafal definisi, rumus, atau informasi dari buku pelajaran.
Soal yang menggunakan konteks kehidupan nyata dapat meminta siswa menghubungkan beberapa informasi, menafsirkan data, atau menerapkan konsep untuk menjawab persoalan tertentu.
Karena itu, latihan belajar perlu mencakup pemahaman konsep dan penerapannya. Setelah mempelajari suatu materi, siswa dapat mencoba menjelaskan kembali inti konsep dengan kata-kata sendiri, mengerjakan soal variasi, dan meninjau alasan di balik jawaban yang dipilih.
Strategi menjadi penting ketika siswa menghadapi soal dengan teks panjang, tabel, grafik, atau informasi yang harus dianalisis.
Salah satu cara yang dapat dicoba adalah membaca pertanyaan terlebih dahulu untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan. Setelah itu, siswa dapat membaca stimulus dengan lebih terarah, menandai data penting, dan menghubungkan informasi tersebut dengan konsep yang sudah dipelajari.
Siswa juga perlu mengatur waktu pengerjaan. Jika menemui soal yang terasa sulit, jangan langsung menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu nomor. Kerjakan soal lain sesuai strategi yang telah dilatih, kemudian kembali ke soal yang belum selesai jika waktu memungkinkan.
Strategi ini perlu disesuaikan dengan aturan ujian dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan.
Kesiapan mental turut menentukan kemampuan siswa menggunakan pengetahuannya saat ujian. Siswa yang sudah belajar dengan baik tetap bisa kesulitan apabila langsung panik ketika melihat soal yang tampak rumit.
Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa penguasaan materi dan strategi yang baik tidak akan optimal jika siswa lebih dulu merasa tertekan saat menghadapi soal.
Karena itu, persiapan mental dapat dilakukan dengan membiasakan diri mengerjakan latihan dalam batas waktu tertentu, menjaga pola istirahat, dan menghindari kebiasaan membandingkan kemampuan diri secara berlebihan dengan orang lain.
Motto “jujur dan gembira” yang disampaikan Mendikdasmen juga menjadi pengingat agar siswa mengikuti asesmen dengan tenang dan menjunjung integritas.
Bacaan panjang dalam soal TKA bukan sekadar tambahan teks yang harus dibaca sebelum menjawab pertanyaan. Stimulus digunakan untuk menghadirkan konteks agar siswa dapat menerapkan pengetahuan dalam situasi tertentu.
Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen menjelaskan bahwa stimulus dapat berbentuk teks, gambar, tabel, grafik, diagram, maupun data. Bentuknya disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan kompetensi yang ingin diukur.
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya diminta mengingat informasi yang pernah dipelajari, tetapi juga memahami isi stimulus, memilih informasi yang relevan, dan menggunakan konsep untuk menyelesaikan persoalan.
Artinya, kemampuan membaca kritis menjadi salah satu keterampilan yang bermanfaat saat menghadapi soal TKA. Siswa perlu belajar membedakan informasi utama dan pendukung, memahami hubungan antardata, serta menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.
Menjelang pelaksanaan TKA SMA 2026, siswa dapat memanfaatkan waktu belajar dengan latihan yang terencana. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:
Latihan sebaiknya dilakukan secara konsisten dan realistis.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir