Pendidikan
Dewi Safitri

Skor TKA Tak Ditentukan Jumlah Jawaban Benar Saja, Ini Cara Membacanya

Skor TKA Tak Ditentukan Jumlah Jawaban Benar Saja, Ini Cara Membacanya

16 Oktober 2026 | 15:57

KebonCinta.com - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak bisa ditafsirkan hanya dengan menghitung jumlah soal yang dijawab benar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) 

menggunakan metode Item Response Theory Two-Parameter Logistic Model (IRT 2PL) untuk memperkirakan kemampuan akademik peserta berdasarkan pola jawaban dan karakteristik soal.

Metode ini membuat dua peserta yang memperoleh jumlah jawaban benar sama belum tentu mendapatkan skor TKA yang identik. 

Perbedaan dapat terjadi karena karakteristik soal yang dikerjakan, termasuk tingkat kesulitan dan kemampuan soal dalam membedakan tingkat penguasaan materi peserta.

Baca Juga: TKA 2026 Memasuki Tahap Pelaksanaan, Simak Jadwal, Tujuan, dan Hal Penting yang Perlu Diketahui Siswa 

Sebagai ilustrasi, dua siswa sama-sama menjawab benar 20 soal. Namun, siswa pertama mampu menjawab soal dengan tingkat kesulitan relatif tinggi, sedangkan siswa kedua lebih banyak menjawab soal dasar. 

Dalam penilaian berbasis IRT, pola jawaban tersebut dapat memberikan informasi berbeda mengenai kemampuan masing-masing siswa.

Meski demikian, hal itu tidak berarti peserta yang memperoleh soal sulit otomatis mendapatkan nilai lebih tinggi.

Baca Juga: Me Time untuk Orang Tua: Cara Mendapatkan Waktu Istirahat tanpa Mengabaikan Anak 

Soal Sulit Bukan Jaminan Skor Lebih Besar

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan melalui unggahan akun resmi Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan bahwa metode IRT mempertimbangkan tingkat kesulitan serta karakteristik setiap butir soal.

Dengan pendekatan tersebut, penilaian tidak semata-mata didasarkan pada jumlah jawaban benar. Informasi dari keseluruhan pola jawaban peserta turut digunakan untuk memperkirakan kemampuan akademiknya.

Karena itu, tingkat kesulitan soal bukanlah bonus nilai yang diberikan secara otomatis. 

Penilaian dilakukan melalui pengolahan karakteristik soal dan respons peserta, sehingga hasilnya diharapkan lebih mampu menggambarkan kemampuan akademik secara proporsional.

Metode IRT 2PL sendiri menggunakan dua parameter utama, yakni tingkat kesulitan soal dan daya pembeda. 

Tingkat kesulitan berkaitan dengan kemampuan yang diperlukan untuk menjawab suatu soal, sedangkan daya pembeda menunjukkan seberapa baik soal membedakan peserta dengan tingkat kemampuan berbeda.

Kedua parameter tersebut menjadi bagian dari model pengukuran kemampuan peserta. 

Dengan demikian, interpretasi skor tidak dapat dilakukan hanya dengan membandingkan jumlah soal benar atau menganggap semua butir soal memiliki karakteristik yang sama.

Skor TKA 600 Bukan Berarti Benar 60 Persen

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah skala pelaporan hasil TKA SMA yang berada pada rentang 200 hingga 800. Skor yang diperoleh peserta bukan persentase jawaban benar.

Sebagai contoh, skor 600 tidak berarti peserta berhasil menjawab 60 persen dari seluruh soal. 

Angka tersebut merupakan skor pada skala pelaporan TKA yang digunakan untuk menggambarkan hasil pengukuran kemampuan akademik peserta.

Oleh sebab itu, peserta didik, orang tua, dan sekolah perlu membaca skor TKA bersama informasi capaian kompetensi serta pedoman interpretasi yang berlaku. 

Pemahaman tersebut penting agar hasil tes tidak disalahartikan sebagai nilai persentase atau ukuran tunggal yang mewakili seluruh kemampuan siswa.

Penggunaan IRT 2PL pada penilaian TKA pada dasarnya ditujukan untuk menghasilkan pengukuran kemampuan yang lebih informatif dengan memperhitungkan karakteristik soal. 

Namun, pemahaman terhadap skala dan cara membaca hasil tes tetap diperlukan agar skor dapat digunakan secara tepat dalam mengevaluasi capaian akademik peserta didik.

Tags:
irt 2pl skor tka TKA item response theory

Komentar Pengguna