KebonCinta.com — Masyarakat kini dapat ikut membantu tetangga maupun warga rentan mendapatkan akses perlindungan sosial dengan menjadi Agen Perlinsos.
Agen Perlindungan Sosial berfungsi sebagai fasilitator yang membantu masyarakat melakukan registrasi maupun pengajuan sanggah melalui layanan Perlinsos.
Program tersebut dapat diikuti berbagai unsur masyarakat.
Kementerian Agama bahkan mengajak penghulu, penyuluh agama, guru, dosen, santri, kiai hingga tokoh masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
Namun menjadi Agen Perlinsos tidak berarti seseorang dapat menentukan siapa yang pasti mendapatkan bansos.
“Agen Perlinsos berfungsi sebagai fasilitator, bukan penentu layak atau tidak layak,” tegas Penyuluh Sosial Ahli Muda Kemensos Tri Wahyuni.
Ia juga menegaskan kegiatan agen bersifat sukarela.
Agen tidak dibayar, tidak boleh memungut biaya dari warga dan tidak boleh memanipulasi data calon penerima.
Lalu bagaimana cara mendaftarnya?
Langkah pertama adalah memastikan calon agen sudah mempunyai Identitas Kependudukan Digital atau IKD.
IKD digunakan dalam proses autentikasi identitas calon agen.
Setelah IKD aktif, buka Portal Perlinsos Digital Agen.
Baca Juga: Benarkah Passive Income Bisa Bikin Cepat Kaya? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
Kemudian pilih menu “Daftar Menjadi Agen”.
Isi data diri sesuai identitas yang diminta sistem.
Tahap berikutnya adalah melakukan verifikasi wajah.
Verifikasi tersebut digunakan untuk memastikan orang yang melakukan pendaftaran benar-benar sesuai dengan identitas yang digunakan.
Setelah verifikasi berhasil, baca Pernyataan Komitmen Agen.
Jika seluruh isi sudah dipahami, berikan persetujuan.
Setelah proses tersebut selesai, calon peserta dapat tercatat sebagai Agen Perlinsos.
Agen kemudian dapat mulai membantu masyarakat di lingkungan terdekat.
Contohnya warga miskin, kelompok rentan maupun masyarakat yang kesulitan melakukan pendaftaran secara digital.
Agen dapat membantu proses registrasi ke portal Perlinsos.
Mereka juga dapat membantu masyarakat melakukan pengajuan sanggah apabila ditemukan data yang tidak sesuai.
Selain itu, agen dapat memberikan edukasi kepada warga yang ingin melakukan pendaftaran mandiri.
Peran tersebut penting karena tidak seluruh masyarakat terbiasa menggunakan layanan digital.
Sebagian lansia maupun masyarakat dengan keterbatasan tertentu mungkin membutuhkan pendampingan ketika melakukan registrasi.
Kemensos juga mempunyai mekanisme agen inklusif untuk membantu warga yang mengalami kendala biometrik tertentu.
Namun akses agen inklusif saat ini masih terbatas pada pendamping PKH tertentu seperti koordinator kecamatan dan kabupaten.
Pendaftaran yang dilakukan pada 2026 menjadi bagian dari persiapan penyaluran perlindungan sosial pada 2027.
Masyarakat tetap harus melewati proses verifikasi untuk menentukan kelayakan.
Karena itu, Agen Perlinsos tidak boleh menjanjikan seseorang pasti mendapatkan PKH atau bantuan Sembako.
Agen juga tidak boleh meminta uang dengan alasan biaya pendaftaran atau biaya meloloskan bansos.
Seluruh data yang dimasukkan harus menggambarkan kondisi warga sebenarnya.
Program ini dapat menjadi bentuk gotong royong digital.
Warga yang memahami teknologi dapat membantu tetangganya yang kesulitan menggunakan aplikasi tanpa mengambil keuntungan dari proses tersebut.
Semakin akurat informasi yang masuk, semakin besar peluang pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran program perlindungan sosial.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir