Gaya Hidup
Rahman Abdullah

Sering Menunda Pekerjaan Bukan Berarti Malas, Ini Penyebab dan 5 Cara Mengatasinya

Sering Menunda Pekerjaan Bukan Berarti Malas, Ini Penyebab dan 5 Cara Mengatasinya

15 Oktober 2026 | 17:47

Daripada menargetkan untuk menguasai seluruh materi sekaligus, pilih satu subbab terlebih dahulu dan lanjutkan setelah bagian tersebut dipahami.

Langkah kecil membuat pekerjaan terasa lebih mudah dimulai. Ketika satu bagian berhasil diselesaikan, seseorang juga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kemajuan yang telah dicapai.

Baca Juga: Guru Biologi Merapat! Berikut Contoh RPP Biologi Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka 

4. Beri Penghargaan Setelah Mencapai Target

Mengubah kebiasaan menunda membutuhkan proses. Karena itu, jangan hanya berfokus pada pekerjaan yang belum selesai, tetapi perhatikan pula kemajuan yang berhasil dicapai.

Setelah menyelesaikan satu target, berikan waktu untuk beristirahat atau melakukan aktivitas sederhana yang menyenangkan. Anda bisa berjalan sebentar, menikmati minuman favorit, atau mendengarkan musik sebelum kembali bekerja.

Penghargaan kecil dapat membantu membuat proses bekerja terasa lebih positif. Meski demikian, pilih bentuk apresiasi yang tidak justru membuat pekerjaan kembali terbengkalai, seperti membuka media sosial tanpa batas waktu.

Selain memberikan penghargaan, ingat kembali tujuan di balik pekerjaan tersebut. Memahami manfaat yang akan diperoleh setelah tugas selesai dapat membantu menjaga motivasi, terutama ketika aktivitas yang dilakukan terasa membosankan.

5. Kurangi Gangguan agar Fokus Tidak Mudah Terpecah

Lingkungan kerja yang penuh distraksi dapat membuat seseorang sulit mempertahankan perhatian. Notifikasi ponsel, pesan masuk, media sosial, dan kebiasaan berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain bisa menghabiskan waktu tanpa disadari.

Untuk mengurangi gangguan, cobalah menonaktifkan notifikasi yang tidak mendesak selama bekerja. Letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau dan tutup aplikasi atau tab komputer yang tidak berkaitan dengan tugas.

Anda juga dapat menetapkan waktu khusus untuk bekerja dan beristirahat. Selama periode kerja, arahkan perhatian pada satu tugas utama sebelum beralih ke pekerjaan berikutnya.

Tidak perlu langsung menerapkan aturan yang terlalu ketat. Mulailah dengan durasi fokus yang realistis, kemudian tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Lingkungan yang lebih teratur dapat membantu pekerjaan terasa lebih terkendali.

Mengatasi Prokrastinasi Tidak Harus Menunggu Motivasi Datang

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu suasana hati membaik sebelum mulai bekerja. Padahal, motivasi tidak selalu muncul terlebih dahulu. Dalam banyak situasi, mengambil langkah awal justru dapat membantu membangun dorongan untuk melanjutkan pekerjaan.

Ketika merasa berat untuk memulai, cobalah melakukan satu tindakan sederhana, seperti membuka dokumen, menyiapkan buku, atau menulis satu paragraf. Fokuslah pada langkah pertama, bukan langsung pada keseluruhan tugas.

Jika kebiasaan menunda terus terjadi, evaluasi kembali beban kerja, kondisi fisik, kualitas istirahat, dan tekanan yang sedang dihadapi. Apabila penundaan sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari dan sulit diatasi sendiri, berkonsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi pilihan yang tepat.

Pada akhirnya, mengurangi prokrastinasi bukan tentang menjadi produktif setiap saat. Hal yang lebih penting adalah memahami pola diri sendiri, membangun kebiasaan yang realistis, dan menyelesaikan pekerjaan secara bertahap tanpa terus-menerus terjebak dalam penundaan.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Prokrastinasi menunda pekerjaan kebiasaan menunda Dunia Kerja

Komentar Pengguna