Kesehatan
Rahman Abdullah

Sering Lupa Bukan Cuma karena Usia, Ini 6 Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Sering Lupa Bukan Cuma karena Usia, Ini 6 Penyebab yang Perlu Diwaspadai

19 Oktober 2026 | 19:06

KebonCinta.com-- Sering lupa nama seseorang, kehilangan fokus saat berbicara, atau kesulitan mengingat sesuatu yang baru saja dilakukan kerap dianggap sebagai tanda bertambahnya usia. Padahal, penurunan daya ingat tidak selalu berkaitan dengan proses penuaan. Ada sejumlah faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menyimpan dan mengolah informasi.

Kondisi kesehatan, efek samping obat, kebiasaan tidur, hingga pola hidup sehari-hari bisa ikut menentukan seberapa baik seseorang mengingat sesuatu. Karena itu, kebiasaan mudah lupa sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai hal yang wajar, terutama jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Neuropsikolog Elise Caccappolo menjelaskan bahwa pertambahan usia memang dapat memicu perubahan pada struktur dan fungsi otak. Perubahan tersebut bisa membuat proses berpikir menjadi lebih lambat, termasuk ketika seseorang berusaha mengingat nama, menemukan kata yang tepat, atau memecahkan persoalan.

Namun, perubahan daya ingat akibat penuaan tidak terjadi dengan cara yang sama pada setiap orang. Kebiasaan sehari-hari dan kondisi kesehatan juga berperan dalam menjaga fungsi kognitif tetap optimal.

Baca Juga: Materi TKA Bahasa Arab SMA, Ini Panduan Belajar yang Perlu Diketahui Siswa 

1. Konsumsi Obat Tertentu Bisa Memengaruhi Daya Ingat

Tidak banyak yang menyadari bahwa kebiasaan mudah lupa dapat berkaitan dengan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Sejumlah jenis obat berpotensi menimbulkan efek samping berupa gangguan konsentrasi, rasa mengantuk, atau penurunan kemampuan mengingat pada sebagian orang.

Obat tidur, obat penenang, opioid, obat antikejang, dan beberapa jenis antidepresan termasuk obat yang dapat memengaruhi fungsi kognitif, bergantung pada jenis obat, dosis, serta kondisi penggunanya.

Brenna Renn, asisten profesor psikologi di University of Nevada, Las Vegas, menyarankan agar pasien menyampaikan informasi lengkap mengenai obat dan suplemen yang digunakan kepada tenaga medis.

Langkah tersebut penting untuk membantu dokter mengevaluasi kemungkinan efek samping maupun interaksi antarobat. Jika merasa daya ingat berubah setelah menggunakan obat tertentu, jangan menghentikan atau mengubah dosis sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

2. Stres, Kecemasan, dan Depresi Dapat Mengganggu Ingatan

Kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kemampuan otak dalam memproses informasi. Ketika seseorang mengalami kecemasan berlebihan atau depresi, konsentrasi dapat menurun sehingga informasi yang diterima menjadi lebih sulit disimpan dalam ingatan.

Elise Caccappolo menjelaskan bahwa depresi dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk bagian yang berperan dalam proses mengingat. Akibatnya, seseorang mungkin merasa lebih sulit berkonsentrasi, mengambil keputusan, atau mengingat hal-hal yang sebelumnya terasa mudah.

Hal serupa bisa terjadi ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan. Pikiran yang terus dipenuhi kekhawatiran membuat perhatian terpecah dan menghambat kemampuan untuk fokus pada suatu aktivitas.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental menjadi bagian penting dalam merawat daya ingat. Mengatur waktu istirahat, melakukan aktivitas yang menenangkan, dan mencari bantuan profesional ketika diperlukan dapat membantu mengatasi masalah yang mendasarinya.

Baca Juga: 6 Ciri Kelelahan Mental yang Sering Tak Disadari, Kenali Sebelum Terlambat 

3. Pola Makan Tidak Seimbang Bisa Berdampak pada Kesehatan Otak

Apa yang dikonsumsi setiap hari turut memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk otak. Sel-sel saraf membutuhkan beragam zat gizi agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Dr. Thomas Holland menyoroti potensi manfaat senyawa bioaktif dalam makanan untuk membantu melindungi sel saraf. Sejumlah bahan pangan, seperti sayuran hijau, tomat, dan teh, mengandung senyawa yang dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Pola makan dengan kandungan flavonoid dan zat gizi yang beragam juga dikaitkan dengan upaya menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Sebaliknya, terlalu sering mengonsumsi makanan ultra-proses dengan kandungan gula, garam, atau lemak tertentu yang tinggi dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang.

Untuk mendukung kesehatan otak, biasakan mengonsumsi sayur, buah, sumber protein, biji-bijian utuh, serta lemak sehat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjamin seseorang terbebas dari masalah ingatan, tetapi pola makan seimbang merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

4.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Penyebab mudah lupa Daya ingat Kesehatan Otak

Komentar Pengguna