Kesehatan
Rahman Abdullah

Sering Dilarang Minum Es Saat Cuaca Panas? Kenali Hubungannya dengan Batuk dan Pilek

Sering Dilarang Minum Es Saat Cuaca Panas? Kenali Hubungannya dengan Batuk dan Pilek

11 Oktober 2026 | 13:26

KebonCinta.com-- Minuman dingin sering menjadi pilihan untuk melepas dahaga, terutama ketika cuaca terasa panas. Sensasi sejuknya membuat tubuh terasa lebih nyaman setelah beraktivitas. Namun, di balik kebiasaan tersebut, masih ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa terlalu sering minum es dapat menyebabkan batuk dan pilek.

Kekhawatiran ini bahkan membuat sebagian orang tua membatasi anak-anak mengonsumsi minuman dingin karena takut mereka mudah sakit. Padahal, hubungan antara minuman dingin dan gangguan pernapasan tidak sesederhana yang selama ini dipercaya.

Lantas, apakah air es benar-benar menjadi penyebab batuk dan pilek? Memahami penyebab penyakit serta respons tubuh terhadap suhu minuman dapat membantu kita menentukan kebiasaan yang lebih tepat.

Baca Juga: 5 Soal UTS Sejarah Kelas 11 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan 

Minum es bukan penyebab utama batuk dan pilek

Anggapan bahwa minuman dingin secara langsung menyebabkan batuk dan pilek tidak didukung oleh pemahaman medis yang berlaku. Pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus, sedangkan batuk merupakan gejala yang dapat muncul akibat berbagai kondisi, termasuk infeksi saluran pernapasan, alergi, dan iritasi.

Virus penyebab pilek dapat menyebar melalui percikan pernapasan, partikel di udara, atau tangan yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, maupun mulut. Dengan demikian, seseorang lebih berisiko mengalami pilek ketika terpapar virus penyebabnya, bukan semata-mata karena meminum air dingin.

Kebersihan tangan, kebersihan lingkungan, dan kebiasaan menjaga kesehatan tetap penting untuk membantu mengurangi risiko infeksi. Selain itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi perlu dipastikan bersih agar tidak menjadi sumber penyakit lain.

Mengapa tenggorokan terasa tidak nyaman setelah minum es?

Walaupun bukan penyebab utama batuk dan pilek, minuman dingin dapat menimbulkan sensasi yang berbeda pada setiap orang. Sebagian orang merasa nyaman setelah meminumnya, sedangkan orang lain justru merasakan tenggorokan menjadi kurang nyaman.

Pada orang yang sedang mengalami radang tenggorokan atau batuk, suhu minuman dapat memengaruhi kenyamanan. Ada yang merasa minuman dingin membantu menenangkan tenggorokan, sementara sebagian lainnya merasa keluhan menjadi lebih mengganggu.

Respons tersebut tidak otomatis berarti air es memperparah infeksi atau menyebabkan penyakit baru. Karena itu, pilihan suhu minuman sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan tubuh masing-masing.

Jika minuman dingin membuat tenggorokan terasa semakin tidak nyaman, air bersuhu ruang atau minuman hangat dapat menjadi alternatif.

Baca Juga: Apa Saja Materi TKA Sejarah SMA? Simak Panduan Belajarnya 

Saat sedang sakit, apakah harus menghindari minuman dingin?

Tidak semua orang yang mengalami batuk atau pilek harus berhenti mengonsumsi minuman dingin. Selama minuman tersebut aman, bersih, dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, air dingin umumnya tetap boleh dikonsumsi.

Hal yang lebih penting ketika sakit adalah memastikan kebutuhan cairan terpenuhi. Minum air yang cukup membantu mencegah dehidrasi, terutama ketika tubuh mengalami demam atau kehilangan cairan lebih banyak dari biasanya.

Jika tenggorokan terasa nyeri, pilihlah minuman dengan suhu yang paling nyaman. Tidak perlu memaksakan diri meminum air es jika justru membuat keluhan terasa lebih berat.

Apabila batuk disertai sesak napas, demam tinggi yang menetap, nyeri dada, atau gejala yang semakin memburuk, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Mitos minum es dan penyakit sudah lama berkembang

Di tengah masyarakat, kebiasaan minum es kerap dikaitkan dengan berbagai keluhan kesehatan. Anggapan tersebut dapat bertahan karena seseorang terkadang mengalami batuk atau pilek tidak lama setelah mengonsumsi minuman dingin.

Namun, kejadian yang berlangsung berdekatan tidak selalu menunjukkan hubungan sebab-akibat. Seseorang mungkin telah terpapar virus beberapa waktu sebelumnya, kemudian gejala penyakit muncul setelah minum es. Akibatnya, minuman dingin dianggap sebagai pemicu meskipun belum tentu menjadi penyebabnya.

Untuk memahami masalah kesehatan, penting membedakan antara penyebab penyakit, gejala yang muncul, dan faktor yang membuat seseorang merasa lebih nyaman atau tidak nyaman. Dengan begitu, keputusan terkait makanan dan minuman tidak hanya didasarkan pada kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Minuman dingin tetap bisa dinikmati saat cuaca panas

Ketika suhu udara meningkat, air dingin dapat menjadi pilihan untuk membantu menghilangkan dahaga. Minuman dengan suhu sejuk juga dapat terasa menyegarkan setelah berjalan jauh atau melakukan aktivitas fisik.

Meski demikian, kebutuhan cairan tidak harus dipenuhi dengan minuman es saja.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
minum es batuk pilek air dingin

Komentar Pengguna