KebonCinta.com - Menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, bekerja sambil duduk, atau terlalu lama menggunakan ponsel telah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang.
Meski terlihat tidak berbahaya, kebiasaan kurang bergerak dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko penyakit tidak menular.
Perilaku sedentari merupakan aktivitas saat seseorang berada dalam posisi duduk atau berbaring ketika terjaga dengan pengeluaran energi yang sangat rendah.
Kebiasaan tersebut dapat ditemukan pada pekerja kantoran, pelajar, maupun masyarakat yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.
Menurut WHO, tingginya waktu sedentari berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan kematian dini.
Namun, risiko tersebut juga dipengaruhi tingkat aktivitas fisik secara keseluruhan serta faktor kesehatan lainnya.
Baca Juga: Tak Sekadar Bikin Kenyang, Ini 7 Manfaat Alpukat untuk Jantung, Kulit, dan Kesehatan Tubuh
Penelitian yang diberitakan Republika pada Oktober 2026 menemukan bahwa kelompok dengan jumlah langkah harian paling rendah memiliki angka kejadian obesitas, diabetes, hipertensi, dan depresi yang lebih tinggi.
Temuan tersebut berasal dari penelitian terhadap lebih dari 22 ribu orang dewasa berusia 40 tahun ke atas.
Meski demikian, penelitian observasional tidak membuktikan bahwa kurang berjalan secara langsung menyebabkan seluruh kondisi tersebut.
Baca Juga: Bio Farma Tembus Lebih dari 150 Negara, Nilai Ekspor Produk Kesehatan Lampaui Rp10 Triliun
Masyarakat dapat mulai mengurangi waktu duduk dengan menyisipkan aktivitas ringan selama bekerja.
Misalnya, berdiri ketika beristirahat, berjalan mengambil air minum, atau melakukan peregangan sederhana.
Berjalan singkat di sela aktivitas juga dapat membantu menambah jumlah gerakan harian.
Kebiasaan tersebut sebaiknya dilengkapi dengan olahraga teratur sesuai kemampuan.
Kesimpulannya, mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik merupakan langkah sederhana untuk mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir