KebonCinta.com — Sebanyak 86 santri dari 15 dayah atau pondok pesantren di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) dan Syarhil Qur'an dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah.
Acara diselenggarakan melalui kerja sama Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah dan Dinas Pendidikan Dayah setempat.
Kegiatan ini mengusung tema nasional Hari Santri 2026, yakni "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".
86 SANTRI IKUTI KOMPETISI
Berdasarkan publikasi resmi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh pada 20 Oktober 2026, para peserta berasal dari 15 dayah di Kabupaten Bener Meriah.
Kompetisi tersebut menghadirkan dua cabang utama, yaitu Musabaqah Qira'atil Kutub dan Syarhil Qur'an.
Untuk perlombaan membaca kitab kuning, terdapat dua kitab yang menjadi pilihan materi.
Kedua kitab tersebut adalah Fathul Qarib dan Ta'lim Muta'allim.
Baca Juga: Kalender Pendidikan: Fungsi dan Cara Menghitung Minggu Efektif untuk Perencanaan Pembelajaran
Kitab Fathul Qarib dikenal sebagai salah satu rujukan pembelajaran fikih di lingkungan pesantren.
Sementara itu, Ta'lim Muta'allim menjadi bagian dari pembelajaran adab dan etika dalam menuntut ilmu.
MEMPERKUAT TRADISI KITAB KUNING
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Tarmizi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi santri untuk meningkatkan kemampuan memahami kitab turats atau kitab klasik.
Dalam keterangannya pada Selasa, 20 Oktober 2026, Tarmizi menekankan pentingnya pembinaan santri agar mampu memahami ilmu agama dan mengembangkan kemampuan membaca serta menjelaskan isi kitab.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu membentuk santri yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, dan kemampuan berkontribusi kepada masyarakat.
Lomba membaca kitab kuning juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi pembelajaran yang telah lama berkembang dalam pendidikan pesantren.
KERJA SAMA KEMENAG DAN DINAS PENDIDIKAN DAYAH
Ketua Panitia MQK dan Syarhil Qur'an, Wildan El Fadhil, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan bertujuan mempererat hubungan antardayah sekaligus menjaga tradisi keilmuan Islam.
Wildan, yang juga menjabat Kepala KUA Timang Gajah, menyampaikan bahwa perlombaan dirancang sebagai ruang pembinaan dan syiar Islam.
Melalui kegiatan tersebut, santri memiliki kesempatan menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi.
Kegiatan juga dihadiri unsur Kantor Kemenag, Dinas Pendidikan Dayah, pengurus PCNU Bener Meriah, serta para ustaz dan ustazah.
PEMBELAJARAN PESANTREN TERUS DIKEMBANGKAN
Peringatan Hari Santri menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan kontribusi pesantren dalam pendidikan keagamaan.
Kompetisi kitab kuning dapat membantu mengembangkan keterampilan santri dalam membaca teks Arab, memahami persoalan fikih, serta menjelaskan materi yang dipelajari.
Sementara itu, lomba Syarhil Qur'an memberikan kesempatan peserta untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan menyampaikan pesan Al-Qur'an.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag berharap para santri terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjaga tradisi keilmuan Islam.
Peringatan Hari Santri juga diharapkan menjadi sarana memperkuat kerja sama lembaga pendidikan keagamaan dalam membina generasi muda yang berilmu dan berakhlak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir