KebonCinta.com-- Real Madrid kembali memperlihatkan mentalitas pantang menyerah di Liga Champions. Sempat berada di ambang kekalahan setelah tertinggal dua gol, Los Blancos justru mengakhiri pertandingan dengan kemenangan dramatis 4-3 atas AS Roma di Stadion Olimpico, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.
Pertandingan berlangsung menegangkan hingga menit-menit terakhir. Ketika Roma masih unggul 3-1, peluang Real Madrid untuk membawa pulang tiga poin terlihat semakin kecil. Namun, kebangkitan tim tamu melalui Carlos Espí, Endrick, dan Antonio Rüdiger mengubah jalannya pertandingan secara luar biasa.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pertandingan belum benar-benar berakhir sebelum peluit panjang dibunyikan. Real Madrid mampu memanfaatkan situasi bola mati secara efektif untuk membalikkan keadaan di kandang lawan.
Baca Juga: Contoh RPP PKn Kelas 10 Semester Ganjil Lengkap dengan Tujuan dan Langkah Pembelajaran
Bermain di hadapan pendukung sendiri, AS Roma langsung menunjukkan permainan agresif. Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-20 ketika Marten de Roon mencetak gol pembuka setelah menerima aliran bola dari Matías Soulé.
Keunggulan Roma tidak bertahan lama. Lima menit kemudian, Kylian Mbappé melepaskan tembakan keras yang berubah arah setelah mengenai Gianluca Mancini. Bola yang berbelok tersebut mengecoh penjaga gawang Pierluigi Gollini dan membuat skor menjadi 1-1.
Setelah gol penyeimbang itu, kedua tim terus berusaha menciptakan peluang. Real Madrid mencoba mengambil alih kendali permainan, sedangkan Roma berupaya memanfaatkan ruang untuk melancarkan serangan balik.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum berhasil menambah gol. Skor imbang membuat pertandingan tetap terbuka dan memberi kesempatan bagi masing-masing tim untuk menentukan hasil pada paruh kedua.
Memasuki babak kedua, Roma kembali tampil tajam. Donyell Malen menjadi pemain yang paling merepotkan pertahanan Real Madrid setelah mencetak dua gol dalam rentang waktu singkat.
Gol pertamanya lahir pada menit ke-51 dan membawa Roma kembali unggul 2-1. Enam menit berselang, Malen kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk memperlebar keunggulan tuan rumah menjadi 3-1.
Situasi tersebut membuat Real Madrid harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Mereka berusaha meningkatkan intensitas serangan, tetapi pertahanan Roma masih mampu meredam sejumlah upaya tim tamu.
Mbappé sempat mencetak gol yang berpotensi memperkecil jarak pada menit ke-67. Namun, gol tersebut dianulir karena posisi offside. Real Madrid pun harus melanjutkan perjuangan tanpa tambahan gol tersebut.
Pada fase ini, Roma tampak memiliki peluang besar untuk mengamankan kemenangan. Akan tetapi, tekanan yang terus diberikan Real Madrid pada penghujung pertandingan akhirnya menghasilkan perubahan besar.
Baca Juga: 10 Contoh Soal UAS PKN Kelas 12 Semester 1 Beserta Kunci Jawaban
Harapan Real Madrid kembali muncul pada menit ke-83. Berawal dari sepak pojok Arda Güler, Endrick menyundul bola ke arah gawang. Bola yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Gollini kemudian disambar Carlos Espí untuk mengubah kedudukan menjadi 3-2.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Real Madrid yang sebelumnya tertinggal dua gol kembali memiliki kesempatan untuk menyamakan skor.
Dua menit kemudian, tepatnya pada menit ke-85, Endrick tampil sebagai pencetak gol penyeimbang. Memanfaatkan umpan sepak pojok Güler, pemain asal Brasil itu menyambut bola dengan sundulan yang mengarah ke gawang Roma.
Skor berubah menjadi 3-3.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir