Materi penting: Ketika soal meminta lebih dari satu jawaban, nilai setiap pernyataan secara terpisah berdasarkan bukti dalam stimulus. Hindari memilih pernyataan yang terlalu mutlak, seperti “murni” atau “sepenuhnya”, jika teks justru menunjukkan adanya kepentingan yang saling bertentangan.
Stimulus menjelaskan bahwa pelaksanaan program Politik Etis sering kali tidak sesuai dengan tujuan idealnya. Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Sesuai atau Tidak Sesuai dengan informasi dalam teks!
| No. | Pernyataan | Jawaban |
|---|---|---|
| 1 | Program irigasi diprioritaskan untuk meningkatkan hasil panen sawah milik rakyat pribumi. | Tidak Sesuai |
| 2 | Program emigrasi dimaksudkan untuk menyediakan tenaga kerja murah bagi perkebunan swasta Belanda di luar Jawa. | Sesuai |
| 3 | Program edukasi secara khusus dirancang untuk menciptakan pemimpin-pemimpin pergerakan nasional. | Tidak Sesuai |
Pembahasan:
Pernyataan 1 — Tidak Sesuai
Menurut stimulus, program irigasi dalam praktiknya lebih banyak diarahkan untuk mengairi perkebunan milik swasta Belanda daripada sawah rakyat. Pernyataan tersebut bertentangan dengan informasi yang diberikan.
Pernyataan 2 — Sesuai
Stimulus menyebutkan bahwa emigrasi bertujuan memindahkan penduduk dari Pulau Jawa yang padat untuk dijadikan buruh murah di perkebunan luar Jawa. Pernyataan ini sesuai dengan teks.
Pernyataan 3 — Tidak Sesuai
Tujuan awal program edukasi adalah menyediakan tenaga administrasi bagi pemerintahan dan perusahaan swasta. Lahirnya kaum intelektual yang memelopori pergerakan nasional merupakan dampak yang tidak terduga, bukan tujuan khusus yang sejak awal dirancang oleh pemerintah kolonial.
Materi penting: Bedakan antara tujuan awal kebijakan dan dampak yang muncul kemudian. Dalam soal berbasis stimulus, jawaban harus mengikuti informasi teks, bukan sekadar pengetahuan umum.
Berdasarkan stimulus tentang Politik Etis, tentukan apakah setiap kesimpulan berikut Logis atau Tidak Logis!
| No. | Kesimpulan | Jawaban |
|---|---|---|
| 1 | Meskipun berkedok “balas budi”, kepentingan ekonomi pemerintah kolonial tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Politik Etis. | Logis |
| 2 | Kegagalan Politik Etis dari sudut pandang Belanda adalah karena kebijakan tersebut tidak mampu membendung lahirnya ide-ide baru yang mengancam kekuasaan kolonial. | Logis |
| 3 | Kaum intelektual pribumi yang lahir dari program edukasi pada akhirnya menolak total semua ide Barat dan kembali ke tradisi lama. | Tidak Logis |
Pembahasan:
Kesimpulan 1 — Logis
Stimulus menjelaskan bahwa program irigasi dan emigrasi dalam praktiknya banyak mendukung kepentingan perkebunan kolonial. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi tetap menjadi faktor penting di balik pelaksanaan Politik Etis.
Kesimpulan 2 — Logis
Pendidikan membuka akses bagi sebagian penduduk pribumi terhadap gagasan nasionalisme, kebebasan, dan hak asasi manusia. Gagasan tersebut membantu mendorong pergerakan nasional yang menentang kolonialisme. Dengan demikian, kebijakan yang dimaksudkan untuk memperkuat pemerintahan kolonial justru turut menumbuhkan kekuatan yang mengancam keberlangsungannya.
Kesimpulan 3 — Tidak Logis
Stimulus menyatakan bahwa kaum intelektual pribumi menyerap ide-ide Barat tentang nasionalisme, kebebasan, dan hak asasi manusia. Tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa mereka menolak seluruh pemikiran Barat dan kembali sepenuhnya pada tradisi lama. Kesimpulan ini bertentangan dengan informasi yang disajikan.
Materi penting: Kesimpulan logis harus memiliki hubungan yang masuk akal dengan informasi dalam stimulus. Jangan menambahkan asumsi yang tidak didukung teks.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir