KebonCinta.com — Perubahan jadwal Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2026 Gelombang 2 memberi peserta waktu persiapan yang berbeda dari rencana sebelumnya. Namun, menunggu hingga mendekati hari pertama kuliah bukan langkah yang bijak. Peserta tetap perlu memperhatikan administrasi, ketentuan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), serta kemungkinan mengikuti matrikulasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui pengumuman tertanggal 2 Oktober 2026 menetapkan perkuliahan semester pertama dimulai pada 9 Desember 2026. Sebelumnya, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026.
Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra, mengimbau peserta yang telah lulus seleksi dan menyatakan kesediaan mengikuti program agar mempersiapkan diri di LPTK yang telah ditentukan.
Baca Juga: Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027,Hal Ini yang Akan Dilakukan Kemenag
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memastikan kembali status kelulusan dan penempatan LPTK. Lembaga inilah yang akan menjadi tempat peserta menjalani tahapan program sesuai ketentuan yang berlaku.
Peserta sebaiknya memantau pengumuman dari LPTK untuk mengetahui mekanisme lapor diri, daftar dokumen, serta instruksi administratif lainnya. Jangan berasumsi bahwa prosedur di setiap lembaga selalu sama karena petunjuk teknis dapat disampaikan melalui masing-masing penyelenggara.
Pengecekan sejak awal juga membantu peserta merencanakan kebutuhan perjalanan atau tempat tinggal apabila harus mengikuti kegiatan di luar domisili.
Berdasarkan jadwal terbaru, lapor diri PPG Calon Guru 2026 Gelombang 2 dibagi menjadi dua tahapan.
Peserta perlu memastikan seluruh persyaratan dipenuhi sesuai arahan resmi. Perhatikan pula batas waktu yang ditetapkan agar proses administrasi tidak terhambat.
Informasi mengenai dokumen yang wajib diserahkan sebaiknya merujuk langsung pada pengumuman Kemendikdasmen atau LPTK, bukan hanya unggahan media sosial maupun informasi tidak resmi.
Matrikulasi menjadi salah satu tahapan yang perlu diperhatikan, terutama oleh peserta dengan latar belakang nonkependidikan atau bidang studi sebelumnya berbeda dari bidang yang dituju.
Kegiatan tersebut dijadwalkan pada 23 November–4 Desember 2026 dan dilaksanakan secara luring di LPTK masing-masing.
Peserta yang memenuhi kategori tersebut perlu mengonfirmasi teknis pelaksanaan kepada penyelenggara. Dengan begitu, mereka dapat menyesuaikan agenda pribadi dan memastikan tidak melewatkan kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian program.
Setelah proses lapor diri, peserta dijadwalkan mengikuti orientasi pada 7–8 Desember 2026. Perkuliahan semester pertama kemudian dimulai pada 9 Desember 2026.
Karena kegiatan dilaksanakan secara luring di LPTK masing-masing, peserta perlu mengatur jadwal agar dapat hadir sesuai ketentuan. Persiapan dapat mencakup pemeriksaan lokasi, perencanaan transportasi, serta penyesuaian kegiatan lain yang berpotensi berbenturan dengan agenda perkuliahan.
Meski tanggal sudah diumumkan, peserta tetap perlu mengikuti instruksi lanjutan dari LPTK terkait waktu, tempat, dan tata cara pelaksanaan kegiatan.
Sebelum penyesuaian diumumkan, rangkaian PPG dijadwalkan berlangsung lebih awal. Lapor diri daring semula tercantum pada 2–9 Oktober 2026, matrikulasi pada 12–23 Oktober, dan lapor diri luring pada 19–23 Oktober. Orientasi sebelumnya direncanakan pada 26–27 Oktober.
Kini, jadwal tersebut telah berubah berdasarkan pengumuman 2 Oktober 2026. Peserta perlu memperbarui catatan dan memastikan informasi yang digunakan sesuai dengan pengumuman terbaru.
Kemendikdasmen juga menyatakan jadwal dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, memeriksa sumber resmi secara berkala menjadi bagian penting dari persiapan.
Informasi resmi mengenai PPG Calon Guru dapat dipantau melalui situs https://ppg.kemendikdasmen.go.id/. Peserta juga perlu memperhatikan pengumuman langsung dari LPTK yang ditetapkan.
Dengan memastikan status peserta, menyiapkan dokumen sesuai arahan, dan mencatat jadwal setiap tahapan, calon guru dapat menghadapi rangkaian PPG dengan lebih siap.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir