Parenting
Rahman Abdullah

Pentingnya Literasi Digital untuk Anak, Ini 4 Dampak Buruk yang Bisa Dicegah Sejak Dini

Pentingnya Literasi Digital untuk Anak, Ini 4 Dampak Buruk yang Bisa Dicegah Sejak Dini

21 Oktober 2026 | 19:40

Kedua hal tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan perkembangan anak.

Meski demikian, kecemasan atau depresi tidak bisa disimpulkan hanya dari lamanya anak menggunakan perangkat digital. Kondisi kesehatan mental dipengaruhi banyak faktor, sehingga orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku secara menyeluruh.

Apabila anak terlihat terus-menerus murung, menarik diri, kehilangan minat terhadap kegiatan yang disukai, atau mengalami gangguan tidur, orang tua sebaiknya mengajak anak berbicara dengan tenang. Jika perubahan tersebut menetap atau mengganggu kehidupan sehari-hari, bantuan tenaga profesional dapat dipertimbangkan.

4. Anak Bisa Menyembunyikan Aktivitas Digital dari Orang Tua

Kurangnya pemahaman tentang keamanan dan etika digital juga dapat membuat anak kesulitan bersikap terbuka mengenai aktivitasnya di internet.

Sebagian anak mungkin takut dimarahi ketika mengunjungi situs tertentu, menerima pesan dari orang asing, atau menemukan konten yang membuat mereka tidak nyaman. Akibatnya, mereka memilih menyembunyikan pengalaman tersebut, bahkan ketika sebenarnya membutuhkan bantuan.

Kondisi ini dapat menjadi masalah apabila anak berhadapan dengan penipuan daring, perundungan siber, permintaan data pribadi, atau ajakan dari orang yang tidak dikenal.

Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang membuat anak merasa aman untuk bercerita. Jelaskan bahwa mereka boleh meminta pertolongan ketika menemukan sesuatu yang mencurigakan tanpa harus takut langsung disalahkan.

Ajarkan pula pentingnya menjaga kata sandi, tidak membagikan alamat rumah atau informasi pribadi kepada sembarang orang, serta memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya.

Dengan pemahaman tersebut, anak diharapkan lebih mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab ketika menjelajahi dunia digital.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Hanya Makan Sayuran Seumur Hidup? Ini Manfaat dan Risikonya 

Cara Mengenalkan Literasi Digital kepada Anak Sejak Dini

Membangun literasi digital tidak cukup dilakukan dengan memberikan nasihat satu kali. Anak membutuhkan bimbingan yang sesuai dengan usia, kebiasaan, dan tingkat pemahamannya.

Orang tua dapat memulainya dengan menjelaskan aturan penggunaan gawai, termasuk waktu yang diperbolehkan dan jenis konten yang sesuai. Aturan tersebut sebaiknya disepakati bersama agar anak memahami alasan di balik setiap batasan.

Selain itu, ajarkan anak untuk berpikir kritis saat menerima informasi. Tidak semua berita, gambar, atau video yang beredar di internet dapat dipercaya. Anak perlu mengenali tanda-tanda informasi meragukan dan membiasakan diri memeriksa sumbernya.

Etika berkomunikasi juga perlu diperkenalkan sejak awal. Ingatkan anak agar tidak menghina, menyebarkan foto orang lain tanpa izin, atau menuliskan komentar yang dapat menyakiti orang lain.

Yang tidak kalah penting, orang tua perlu memberikan contoh penggunaan teknologi secara bijak. Anak akan lebih mudah memahami aturan apabila melihat orang-orang terdekatnya juga menerapkan kebiasaan serupa.

Pendampingan bukan berarti orang tua harus mengawasi setiap gerakan anak tanpa memberikan ruang belajar. Seiring bertambahnya usia, anak perlu dilatih mengambil keputusan sendiri, mengenali risiko, dan bertanggung jawab atas perilakunya di internet.

Literasi Digital Menjadi Bekal Anak Menghadapi Masa Depan

Teknologi digital akan terus berkembang dan semakin terintegrasi dengan kegiatan pendidikan, komunikasi, serta kehidupan sehari-hari. Karena itu, menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi bukan satu-satunya jalan untuk melindungi mereka.

Anak justru perlu dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus memahami risiko yang mungkin muncul. Literasi digital membantu mereka belajar menjaga privasi, menghormati orang lain, menyaring informasi, dan mengatur waktu penggunaan perangkat.

Peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk membangun kebiasaan tersebut. Jika edukasi diberikan secara konsisten, anak dapat tumbuh menjadi pengguna teknologi yang lebih kritis, mandiri, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, tujuan literasi digital bukan sekadar membatasi anak bermain gawai, melainkan memastikan mereka mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa mengabaikan kesehatan, hubungan sosial, dan tanggung jawab dalam kehidupan nyata.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Literasi Digital anak dan internet Keamanan Digital

Komentar Pengguna