Daerah
Hilmi An Naufal

Pemprov Jabar Siapkan Desa Bahasa Mulai November, Warga Bisa Belajar Inggris, Jepang, Mandarin dan Arab

Pemprov Jabar Siapkan Desa Bahasa Mulai November, Warga Bisa Belajar Inggris, Jepang, Mandarin dan Arab

11 Oktober 2026 | 20:11

KebonCinta.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program pelatihan bahasa asing berbasis desa yang direncanakan mulai berjalan pada November 2026.

Program tersebut disiapkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja di dalam maupun luar negeri.

“Kami buat desa bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Arab,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan tenaga pengajar nantinya disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pelatihan tidak hanya dipusatkan di kota besar.

Pemerintah justru ingin membuat akses belajar bahasa asing semakin dekat dengan masyarakat di desa.

Program direncanakan berlangsung di empat desa pada setiap kecamatan.

Model tersebut diharapkan memperluas kesempatan warga mendapatkan kemampuan bahasa tanpa harus mengikuti kursus di pusat kota.

Kemampuan bahasa asing dinilai semakin penting ketika masyarakat ingin memasuki dunia kerja internasional.

Beberapa negara tujuan pekerja asal Jawa Barat memiliki kebutuhan bahasa yang berbeda.

Bahasa Jepang dibutuhkan untuk banyak program kerja maupun magang ke Jepang.

Kemampuan Mandarin juga semakin relevan di sejumlah sektor industri.

Baca Juga: Benarkah Passive Income Bisa Bikin Cepat Kaya? Ini Fakta yang Perlu Diketahui 

Bahasa Inggris tetap menjadi kemampuan komunikasi internasional yang banyak digunakan.

Sementara Bahasa Arab dapat mendukung masyarakat yang ingin bekerja maupun beraktivitas di negara-negara Timur Tengah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar menilai kemampuan berbicara bahasa asing dapat meningkatkan daya saing pekerja.

“Keterampilan bahasa asing akan meningkatkan level pekerja Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat pekerja yang sebelumnya harus kembali ke Indonesia karena menghadapi kendala kemampuan berbahasa.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterampilan teknis saja belum selalu cukup.

Pekerja juga harus mampu memahami instruksi, berkomunikasi dengan atasan dan berinteraksi di lingkungan kerja.

Pemprov Jawa Barat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.

Warga yang ingin menjadi pekerja migran diarahkan memperoleh rekomendasi dari dinas tenaga kerja.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko masyarakat berangkat melalui jalur tidak resmi.

Beberapa daerah Jawa Barat yang selama ini menjadi kantong pekerja migran antara lain Indramayu, Karawang dan Subang.

Pemerintah berharap pelatihan bahasa dapat menjadi salah satu bekal sebelum warga memasuki proses penempatan kerja.

Namun kemampuan bahasa tentu bukan satu-satunya persyaratan.

Calon pekerja tetap harus memenuhi ketentuan keterampilan, kesehatan, dokumen dan mekanisme penempatan resmi sesuai negara tujuan.

Program Desa Bahasa dapat menjadi pilihan bagi warga yang selama ini memiliki minat belajar tetapi terkendala biaya maupun jarak.

Apabila terlaksana sesuai rencana, program mulai berjalan pada November 2026.

Masyarakat Jawa Barat disarankan menunggu informasi teknis dari pemerintah daerah mengenai desa pelaksana, mekanisme peserta serta jadwal pelatihannya.

Tags:
Jawa Barat Desa Bahasa dedi mulyadi Bahasa Jepang bahasa inggris Pekerja Migran Lowongan kerja

Komentar Pengguna