Daerah
Al Fina

Mulai November 2026, Jabar Siapkan Desa Bahasa Asing! Ada 1.112 Lowongan Kerja yang Bisa Dilirik

Mulai November 2026, Jabar Siapkan Desa Bahasa Asing! Ada 1.112 Lowongan Kerja yang Bisa Dilirik

11 Oktober 2026 | 22:39

KebonCinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan program pelatihan bahasa asing berbasis desa yang dijadwalkan mulai November 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja domestik maupun internasional.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, program tersebut akan menyediakan pelatihan empat bahasa asing, yakni Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab. Pengajar untuk kegiatan ini akan disiapkan oleh pemerintah provinsi.

"Kami buat desa bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Arab. Nanti pengajar disiapkan dari Pemprov Jabar," kata Dedi dalam keterangannya di Bandung, Minggu.

Baca Juga: Mau Tubuh Tetap Bugar dan Wajah Terlihat Segar? Coba Ubah 2 Kebiasaan Sehari-hari Ini! 

Dedi menjelaskan, peningkatan kompetensi menjadi salah satu hal penting karena peluang kerja di Jawa Barat dinilai cukup besar. Dengan keterampilan yang memadai, masyarakat diharapkan mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

Program desa bahasa asing ini diharapkan dapat memperluas akses pelatihan bagi warga di wilayah pedesaan. Dengan demikian, peningkatan kemampuan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan bekal untuk memasuki dunia kerja.

Baca Juga: Bansos Bakal Pakai Teknologi Biometrik pada 2027, Penerima PKH dan BPNT Diminta Daftar Ulang! 

Kemampuan Bahasa Asing Jadi Tantangan Pekerja Migran

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, menilai penguasaan bahasa asing merupakan aspek penting bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.

Menurut Kim, kendala komunikasi masih menjadi persoalan yang dapat menghambat pekerja ketika menjalankan tugas di negara tujuan. Bahkan, sebagian pekerja disebut harus kembali ke Indonesia lebih awal karena kesulitan berkomunikasi menggunakan bahasa setempat.

"Keterampilan bahasa asing akan meningkatkan level pekerja Indonesia di luar negeri," ucap Kim.

Penguasaan bahasa dapat membantu pekerja memahami instruksi, berkomunikasi dengan atasan maupun rekan kerja, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang berbeda. Keterampilan ini juga berpotensi meningkatkan kesiapan calon pekerja migran untuk menghadapi tuntutan pekerjaan di negara tujuan.

Meski demikian, kemampuan bahasa perlu didukung keterampilan teknis, pemahaman budaya setempat, serta pengetahuan mengenai hak dan kewajiban pekerja. Persiapan yang menyeluruh dibutuhkan agar calon pekerja migran tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memahami prosedur dan perlindungan yang tersedia.

Dedi Mulyadi Wajibkan Rekomendasi Dinas Tenaga Kerja bagi Calon Pekerja Migran

Selain meningkatkan kompetensi melalui pelatihan bahasa, Pemprov Jabar juga memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri.

Dedi Mulyadi mewajibkan calon pekerja migran memperoleh rekomendasi resmi dari Dinas Tenaga Kerja setempat. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan risiko keberangkatan secara ilegal atau nonprosedural.

Langkah ini menjadi perhatian karena sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Indramayu, Karawang, dan Subang, dikenal sebagai wilayah asal pekerja migran Indonesia.

Melalui rekomendasi dari instansi terkait, calon pekerja diharapkan dapat memperoleh arahan mengenai prosedur keberangkatan yang sesuai ketentuan. Masyarakat juga perlu memastikan legalitas perusahaan penempatan, kelengkapan dokumen, kejelasan kontrak kerja, serta informasi mengenai kondisi dan hak-hak selama bekerja di luar negeri.

Peningkatan keterampilan dan perlindungan tenaga kerja perlu berjalan beriringan. Dengan begitu, upaya memperluas kesempatan kerja tidak hanya berorientasi pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga pada keamanan dan kesiapan masyarakat sebelum berangkat.

Jumlah Lowongan Kerja di Jawa Barat

Di tengah persiapan program desa bahasa asing, Pemprov Jabar juga membuka akses informasi pekerjaan melalui bursa kerja daring yang digelar setiap pekan.

Pada pekan ini, pemerintah daerah menyediakan 1.112 lowongan pekerjaan dari 28 perusahaan. Bursa kerja tersebut disiarkan secara langsung melalui akun TikTok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, @dedimulyadiofficial, sementara kegiatan secara luring berlangsung di Karawang International Industrial City (KIIC).

Sejumlah posisi tersedia bagi pencari kerja, termasuk operator dan staf gudang di PT Everpro Indonesia Technologies, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kabel serat optik. Posisi tersebut ditujukan bagi pelamar berusia 18–35 tahun.

Selain itu, terdapat lowongan account officer di PT Mitra Utama Madani dengan kisaran gaji Rp5 juta hingga Rp6 juta. Tugas pada posisi ini mencakup sosialisasi produk, persiapan pembiayaan, serta pelaksanaan pertemuan kelompok mingguan.

Beragam lowongan tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Namun, pelamar tetap perlu memeriksa persyaratan, lokasi penempatan, rincian pekerjaan, dan ketentuan gaji melalui kanal resmi perusahaan atau penyelenggara bursa kerja sebelum mengajukan lamaran.

Desa Bahasa Asing dan Bursa Kerja Jadi Upaya Tingkatkan Kompetensi

Program desa bahasa asing dan bursa kerja daring menjadi dua upaya Pemprov Jabar untuk mendukung kesiapan masyarakat menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Pelatihan bahasa di tingkat desa diarahkan untuk memperkuat keterampilan komunikasi masyarakat, termasuk bagi mereka yang berminat mencari peluang kerja di luar negeri. Sementara itu, bursa kerja daring membantu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.

Keberhasilan kedua program tersebut nantinya perlu dilihat dari pelaksanaan pelatihan, pemerataan akses bagi warga, kesesuaian materi dengan kebutuhan industri, serta hasil nyata dalam peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja.

Dengan pelatihan yang tepat dan perlindungan yang memadai, masyarakat Jawa Barat diharapkan memiliki bekal lebih kuat untuk memasuki pasar kerja. Tantangannya adalah memastikan program tersebut tidak berhenti pada penyediaan pelatihan dan informasi lowongan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga.**

Tags:
Lowongan kerja desa bahasa asing Jawa Barat dedi mulyadi

Komentar Pengguna