Gaya Hidup
Rahman Abdullah

Mudah Lelah Padahal Aktivitas Tidak Berat? Ini Kebiasaan yang Diam-Diam Menguras Energi

Mudah Lelah Padahal Aktivitas Tidak Berat? Ini Kebiasaan yang Diam-Diam Menguras Energi

22 Oktober 2026 | 14:12

KebonCinta.com-- Tidak sedikit orang merasa kehabisan tenaga sebelum hari berakhir, meskipun aktivitas yang dilakukan tidak terlalu menguras fisik. Bekerja di depan komputer, membalas pesan, mengikuti rapat, hingga menyelesaikan pekerjaan rutin terkadang sudah cukup membuat pikiran terasa penuh dan tubuh kehilangan semangat.

Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda tubuh kurang kuat atau membutuhkan lebih banyak waktu untuk tidur. Padahal, rasa lelah juga bisa berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari yang menguras energi secara perlahan.

Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi informasi, tuntutan pekerjaan, dan aktivitas digital, menjaga energi menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan mengatur waktu. Seseorang mungkin memiliki banyak waktu luang, tetapi tetap merasa tidak bertenaga jika pola aktivitasnya kurang seimbang.

Karena itu, produktivitas sebaiknya tidak hanya diukur dari lamanya seseorang bekerja atau banyaknya tugas yang diselesaikan. Kemampuan mempertahankan fokus, mengatur tenaga, dan memberi tubuh kesempatan untuk pulih juga menjadi bagian penting dari produktivitas yang berkelanjutan.

Baca Juga: Hari Santri Nasional 2026 di Pesantren Kebon Cinta Cirebon, Upacara dan Kreasi Seni Jadi Wadah Ekspresi Santri 

Bukan Hanya Beban Kerja, Kebiasaan Sehari-hari Juga Berpengaruh

Salah satu kebiasaan yang sering menguras energi adalah mengerjakan banyak hal sekaligus. Membalas pesan sambil menyusun laporan, memeriksa notifikasi ketika rapat, atau berpindah dari satu tugas ke tugas lain membuat perhatian terus berubah.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan beban mental karena otak harus berulang kali menyesuaikan fokus. Akibatnya, pekerjaan terasa lebih melelahkan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan.

Selain itu, istirahat yang kurang berkualitas juga dapat membuat tubuh tidak terasa segar meskipun sudah tidur cukup lama. Tidur yang sering terputus, jadwal tidur tidak teratur, atau kebiasaan menggunakan gawai menjelang tidur bisa memengaruhi kualitas pemulihan tubuh.

Pola makan turut berperan dalam menjaga energi. Asupan yang tidak seimbang dapat membuat kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi dengan baik. Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula secara berlebihan juga bukan strategi yang ideal untuk mempertahankan energi sepanjang hari.

Kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara, tetapi mengonsumsinya terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur bisa mengganggu istirahat. Karena itu, menjaga energi membutuhkan kebiasaan yang konsisten, bukan sekadar mengandalkan kopi atau minuman penambah semangat.

Terlalu Lama Menatap Layar Bisa Membuat Pikiran Cepat Jenuh

Pekerjaan modern membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Mulai dari komputer untuk bekerja hingga ponsel untuk berkomunikasi dan mencari hiburan, paparan digital sering kali berlangsung hampir tanpa jeda.

Menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata terasa lelah, kering, atau tidak nyaman. Aktivitas digital yang terus-menerus juga membuat seseorang sulit melepaskan perhatian dari berbagai informasi yang masuk.

Notifikasi yang muncul berulang kali dapat mengganggu konsentrasi. Bahkan ketika tidak sedang mengerjakan tugas berat, seseorang bisa merasa pikirannya penuh karena harus terus memproses pesan, informasi, dan berbagai hal yang menarik perhatian.

Untuk mengatasinya, cobalah memberikan jeda dari layar secara berkala. Mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh, berdiri sejenak, atau berjalan sebentar dapat membantu mengurangi ketegangan akibat duduk dan menatap layar terlalu lama.

Baca Juga: Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pesantren Wirausaha Kebon Cinta Cirebon Gelar Upacara dan Pentas Seni 

Mengapa Bekerja Lebih Lama Tidak Selalu Membuat Lebih Produktif?

Banyak orang menganggap bahwa semakin panjang waktu kerja, semakin banyak pula hasil yang diperoleh. Padahal, ketika konsentrasi menurun dan tubuh mulai lelah, pekerjaan justru berpotensi menjadi lebih lambat atau rentan terhadap kesalahan.

Memaksakan diri terus bekerja tanpa jeda juga dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memulihkan fokus. Pada akhirnya, waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan tugas bertambah, tetapi hasilnya belum tentu lebih baik.

Pendekatan yang lebih efektif adalah menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi energi. Tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi bisa dikerjakan ketika pikiran terasa paling segar. Sementara itu, pekerjaan rutin yang tidak terlalu membutuhkan fokus mendalam dapat dilakukan pada waktu lain.

Setiap orang memiliki pola energi yang berbeda. Ada yang lebih mudah berkonsentrasi pada pagi hari, sementara orang lain baru merasa produktif setelah beberapa waktu beraktivitas.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Mudah lelah Energi Tubuh Produktivitas kerja

Komentar Pengguna