Teknologi
Hilmi An Naufal

Menkomdigi Ingatkan Pengembangan AI Jangan Terlalu Terburu-buru, Dorong Prinsip Safety by Design

Menkomdigi Ingatkan Pengembangan AI Jangan Terlalu Terburu-buru, Dorong Prinsip Safety by Design

08 Oktober 2026 | 18:06

KebonCinta.com — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence berlangsung sangat cepat dan mulai digunakan dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Namun kecepatan inovasi tersebut dinilai harus berjalan bersama perlindungan keamanan yang memadai.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak sedang mendorong penghentian maupun perlambatan pengembangan AI.

Pemerintah lebih memilih pendekatan safety by design.

Artinya, aspek keselamatan dan mitigasi risiko perlu dipikirkan sejak sebuah sistem AI mulai dirancang.

“Indonesia termasuk negara yang mendorong agar inovasi di dalam AI dilakukan dengan lebih hati-hati dan safety by design,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan teknologi yang semakin canggih membutuhkan waktu yang cukup untuk memastikan berbagai risiko telah dipertimbangkan.

Keamanan tidak ideal apabila baru dipikirkan setelah teknologi selesai diluncurkan dan digunakan jutaan orang.

Pendekatan safety by design justru menempatkan perlindungan sebagai bagian dari desain sejak awal.

Baca Juga: Kabut Asap Makin Parah, PAUD hingga SMP di Pekanbaru PJJ sampai 10 Oktober 

Konsep tersebut dapat mencakup keamanan data, pencegahan penyalahgunaan hingga pengujian risiko sebelum sebuah sistem digunakan secara luas.

Perkembangan AI generatif membuat persoalan tersebut menjadi semakin relevan.

Teknologi kini mampu menghasilkan tulisan, gambar, suara hingga video dengan tingkat kemiripan yang semakin tinggi.

Kemampuan tersebut memberikan banyak manfaat.

AI dapat digunakan untuk pendidikan, riset, pelayanan publik, industri kreatif hingga meningkatkan produktivitas pekerjaan.

Namun teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk membuat informasi palsu, memanipulasi gambar maupun melakukan berbagai tindakan merugikan.

Karena itu, Meutya menilai mitigasi risiko harus mendapatkan ruang yang cukup dalam proses pengembangan.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin inovasi berhenti.

Indonesia tetap membutuhkan perkembangan AI agar tidak tertinggal dari negara lain.

Namun mengejar kecepatan semata juga bukan pilihan ideal apabila aspek keamanan diabaikan.

Prinsip safety by design berusaha mencari keseimbangan antara inovasi dan perlindungan.

Pengembang teknologi mempunyai tanggung jawab memikirkan dampak sistem yang mereka buat terhadap pengguna.

Pemerintah pada sisi lain mempunyai peran membangun regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mematikan inovasi.

Masyarakat juga perlu memiliki literasi digital yang semakin baik.

Pengguna harus memahami bahwa hasil yang dibuat AI tidak selalu benar dan tetap perlu diperiksa sebelum digunakan atau disebarkan.

Hal tersebut semakin penting ketika AI dipakai untuk bidang pendidikan, kesehatan maupun informasi publik.

Kesalahan informasi pada bidang yang sensitif dapat menimbulkan dampak yang lebih besar dibandingkan penggunaan teknologi untuk hiburan.

Karena itu, perkembangan AI bukan hanya perlombaan membuat model yang semakin pintar.

Persoalan keamanan, etika, transparansi dan tanggung jawab juga akan menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan pada masa depan.

Tags:
AI Artificial Intelligence Meutya Hafid Komdigi Safety by Design Keamanan Digital teknologi

Komentar Pengguna