Kesehatan
Al Fina

Menkes Bongkar Mitos Air Es Bikin Gemuk, Ternyata Bukan Suhu Minuman yang Jadi Masalah!

Menkes Bongkar Mitos Air Es Bikin Gemuk, Ternyata Bukan Suhu Minuman yang Jadi Masalah!

11 Oktober 2026 | 21:53

KebonCinta.com - Anggapan bahwa minum air es dapat membuat tubuh gemuk masih beredar di tengah masyarakat. Padahal, kenaikan berat badan tidak ditentukan semata-mata oleh suhu minuman. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa air putih dingin tidak mengandung kalori sehingga bukan penyebab langsung bertambahnya berat badan.

Penjelasan tersebut disampaikan Budi melalui akun Instagram resminya, @bgsadikin, sebagaimana dikutip pada Minggu (11/10/2026). Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menganggap air es sebagai pemicu kegemukan tanpa memahami kandungan minuman yang dikonsumsi.

Baca Juga: HP Biasa Mulai Tergeser pada 2026? HP Lipat Diprediksi Meledak, Apple Siap Bikin Kejutan! 

Air Es Tidak Mengandung Kalori

Budi menjelaskan bahwa air es pada dasarnya merupakan air putih yang disajikan dalam kondisi dingin. Karena tidak mengandung kalori, air putih tidak memberikan tambahan energi yang dapat secara langsung meningkatkan berat badan.

Dengan demikian, mengonsumsi air putih dingin tidak sama dengan meminum minuman manis yang mengandung gula tambahan. Perbedaan kandungan inilah yang perlu dipahami masyarakat ketika menilai kebiasaan minum sehari-hari.

Kenaikan berat badan sendiri berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk keseimbangan antara energi yang masuk melalui makanan dan minuman dengan energi yang digunakan tubuh. Pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari turut berperan dalam proses tersebut.

Baca Juga: Desil KIP Kuliah 2026 Tiba-Tiba Berubah? Jangan Panik, Ini Cara Mengajukan Perbaikan Data! 

Minuman Dingin Mengandung Gula

Menurut Budi, minuman yang berpotensi menambah asupan kalori adalah minuman dingin dengan tambahan gula, seperti es kopi susu, es sirup, dan berbagai minuman manis lainnya.

Gula yang dikonsumsi akan menjadi bagian dari asupan energi tubuh. Ketika energi yang masuk secara konsisten melebihi kebutuhan, kelebihan energi dapat disimpan sebagai lemak.

Konsumsi gula berlebihan juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kandungan gula dalam minuman, terutama jika minuman manis dikonsumsi berulang kali dalam sehari.

Meski sama-sama disajikan dengan es, air putih dingin dan minuman manis memiliki kandungan gizi yang berbeda. Suhu dingin bukan penentu utama apakah suatu minuman berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

Jumlah Air Putih yang Dibutuhkan

Mengutip informasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, kebutuhan air secara umum dapat berada pada kisaran 1,5–2,5 liter per hari. Namun, kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda berdasarkan aktivitas fisik, kondisi kesehatan, cuaca, dan keadaan tubuh.

Memenuhi kebutuhan cairan penting untuk mendukung fungsi tubuh dan membantu mencegah dehidrasi. Pilihan air putih bersuhu ruang maupun air dingin dapat disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing orang.

Masyarakat juga tidak perlu memaksakan diri mengonsumsi air dalam jumlah yang sama dengan orang lain. Kebutuhan cairan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas, serta mengikuti arahan tenaga kesehatan apabila memiliki kondisi medis tertentu.

Jangan Terjebak Mitos, Perhatikan Kandungan Minuman

Pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin menjadi pengingat bahwa air es tanpa tambahan gula bukan penyebab langsung kegemukan. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan asupan energi secara keseluruhan dan membatasi konsumsi gula berlebihan.

Memilih air putih sebagai minuman sehari-hari dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung pola hidup sehat. Dengan memahami kandungan minuman, masyarakat dapat membedakan fakta kesehatan dari mitos yang telanjur dipercaya.**

Tags:
air es mitos menteri kesehatan

Komentar Pengguna