Mengenal Lima Penggolongan Akun dalam Akuntansi, dari Aset hingga Beban

Mengenal Lima Penggolongan Akun dalam Akuntansi, dari Aset hingga Beban

16 Oktober 2026 | 16:13

KebonCinta.com - Membeli peralatan, menerima pembayaran pelanggan, dan membayar gaji merupakan transaksi yang berbeda. Dalam akuntansi, setiap transaksi perlu dicatat menggunakan akun yang sesuai agar informasi keuangan tersusun dengan jelas.

Akun merupakan tempat mencatat perubahan pada unsur keuangan tertentu. Secara umum, terdapat lima kelompok utama, yaitu aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban.

Kelima kelompok tersebut saling berkaitan. Yuk, kenali pengertian dan contohnya melalui kegiatan sederhana dalam sebuah usaha jasa.

Aset dalam Penggolongan Akun Akuntansi

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai perusahaan sebagai akibat peristiwa masa lalu dan memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi.

Baca Juga: Akun Riil dan Akun Nominal dalam Akuntansi, Apa Perbedaannya? 

Contohnya adalah kas, saldo rekening bank, piutang usaha, perlengkapan, dan peralatan. Dalam usaha salon, kursi perawatan dan alat pengering rambut yang digunakan untuk melayani pelanggan termasuk aset.

Aset tidak selalu berupa barang berwujud. Piutang usaha, misalnya, merupakan hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan.

Liabilitas dalam Penggolongan Akun Akuntansi

Liabilitas adalah kewajiban kini perusahaan untuk mengalihkan sumber daya ekonomi akibat peristiwa masa lalu.

Contoh yang mudah dikenali adalah utang usaha, utang bank, dan utang gaji. Jika perusahaan membeli perlengkapan secara kredit, muncul kewajiban membayar kepada pemasok.

Baca Juga: Contoh RPP Ekonomi Kelas 10 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Lengkap dengan Tujuan dan Langkah Pembelajaran 

Uang muka pelanggan juga dapat menjadi liabilitas ketika perusahaan belum memberikan jasa yang dijanjikan. Jadi, kewajiban perusahaan tidak selalu diselesaikan dengan pembayaran uang, tetapi bisa melalui pemberian layanan.

Ekuitas dalam Penggolongan Akun Akuntansi

Ekuitas merupakan hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi seluruh liabilitasnya.

Hubungannya dapat ditulis sebagai berikut:

Ekuitas = Aset − Liabilitas

Misalnya, usaha memiliki aset Rp30.000.000 dan liabilitas Rp10.000.000. Ekuitasnya adalah:

Rp30.000.000 − Rp10.000.000 = Rp20.000.000

Ekuitas bukan hanya setoran awal pemilik. Nilainya juga dipengaruhi oleh laba, rugi, tambahan investasi pemilik, serta pengambilan atau pembagian kepada pemilik.

Baca Juga: Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi dengan PDB Riil, Lengkap dengan Contohnya 

Pendapatan dalam Penggolongan Akun Akuntansi

Pendapatan timbul dari kegiatan usaha, misalnya pemberian jasa kepada pelanggan. Pada perusahaan jasa, contohnya adalah pendapatan servis, pendapatan konsultasi, dan pendapatan kursus.

Dalam pencatatan berbasis akrual, pendapatan tidak harus menunggu uang diterima. Jasa yang sudah diberikan dan memenuhi ketentuan pengakuan dapat dicatat sebagai pendapatan meskipun pelanggan membayarnya kemudian.

Sebaliknya, uang pinjaman dan setoran modal bukan pendapatan karena berasal dari transaksi yang berbeda.

Beban dalam Penggolongan Akun Akuntansi

Beban mencerminkan penurunan manfaat ekonomi yang mengurangi ekuitas, selain pembagian kepada pemilik. Contohnya meliputi beban gaji, listrik, sewa, dan penyusutan peralatan.

Baca Juga: Apa Itu Pertumbuhan Ekonomi? Kenali Pengertian dan Indikatornya 

Namun, pengeluaran uang tidak selalu langsung menjadi beban. Pembelian peralatan untuk digunakan beberapa periode, misalnya, dicatat terlebih dahulu sebagai aset. Biayanya kemudian dialokasikan melalui penyusutan sesuai masa manfaatnya.

Dalam penyusunan laporan keuangan, aset, liabilitas, dan ekuitas disajikan dalam laporan posisi keuangan. Sementara itu, pendapatan dan beban digunakan untuk menentukan laba atau rugi. Mengenali fungsi setiap kelompok membantu kamu memahami bagaimana transaksi memengaruhi kondisi serta hasil usaha perusahaan.

Tags:
Akuntansi Akun Transaksi

Komentar Pengguna