Pendidikan
Tegar Bagus Pribadi

Mengenal Konjungsi dalam Bahasa Indonesia dan Fungsi Masing-Masing

Mengenal Konjungsi dalam Bahasa Indonesia dan Fungsi Masing-Masing

12 Oktober 2026 | 08:41

keboncinta.com – Menguasai penggunaan konjungsi tidak hanya sekadar memenuhi kaidah tata bahasa, tetapi juga memastikan pesan yang kita sampaikan mengalir secara logis dan mudah dipahami oleh pembaca maupun pendengar. Mari kita menelusuri lebih dalam untuk mengenal konjungsi dalam bahasa Indonesia dan fungsi masing-masing agar kualitas tulisan kita semakin meningkat.

Salah satu jenis kata hubung yang paling sering kita gunakan adalah konjungsi koordinatif. Konjungsi ini memiliki tugas untuk menghubungkan dua unsur bahasa atau lebih yang memiliki kedudukan sintaksis yang sama atau setara. Fungsi utamanya adalah menggabungkan unsur-unsur yang berkedudukan sejajar agar menjadi satu kesatuan kalimat majemuk setara. Contoh kata hubung yang termasuk dalam kelompok ini adalah "dan" untuk penambahan, "atau" untuk pemilihan, serta "tetapi" untuk pertentangan. Sebagai contoh penggunaannya dalam kalimat, kita bisa melihat pada kalimat "Ibu membeli sayur dan buah di pasar." Dalam kalimat tersebut, kata "dan" menghubungkan dua unsur yang setara, yaitu sayur dan buah. Contoh lainnya adalah "Adik ingin bermain bola, tetapi hujan turun sangat deras," di mana kata "tetapi" mempertentangkan dua kondisi yang setara secara bermakna.

Berbeda dengan jenis sebelumnya, konjungsi subordinatif berfungsi untuk menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki kedudukan tidak setara. Dalam hal ini, satu klausa bertindak sebagai induk kalimat, sementara klausa lainnya berkedudukan sebagai anak kalimat. Fungsi utama dari konjungsi ini adalah untuk membangun hubungan ketergantungan, seperti hubungan waktu, syarat, pengandaian, tujuan, konsesi, pembandingan, sebab, hingga akibat. Beberapa contoh konjungsi subordinatif yang populer adalah "ketika", "jika", "agar", "walaupun", dan "karena". Penggunaannya dapat dilihat pada kalimat "Saya akan pergi berlibur jika tabungan sudah terkumpul." Kata "jika" di sana menghubungkan anak kalimat yang berisi syarat dengan induk kalimat. Contoh lain adalah "Dia tetap berangkat ke sekolah meskipun merasa kurang sehat," di mana kata "meskipun" menunjukkan hubungan perlawanan atau konsesi antara kondisi kurang sehat dengan tindakan berangkat ke sekolah.

Selain menghubungkan kata atau klausa secara tunggal, bahasa Indonesia juga memiliki konjungsi korelatif. Konjungsi jenis ini terdiri dari dua kata atau lebih yang berpasangan dan berfungsi menghubungkan dua unsur kalimat dengan kedudukan setara. Ciri khas utama dari konjungsi korelatif adalah bentuknya yang selalu berpasangan dan tidak dapat dipisahkan atau ditukar secara sembarangan. Contoh pasangan konjungsi ini antara lain "baik ... maupun ...", "tidak hanya ... tetapi juga ...", dan "bukan ... melainkan ...". Mari kita lihat penerapannya dalam kalimat "Baik mahasiswa maupun dosen wajib mematuhi peraturan kampus." Contoh lainnya yang sering kita jumpai adalah "Dia tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berorganisasi." Penggunaan pasangan kata hubung yang tepat ini akan memberikan penekanan yang kuat dan memperjelas kesetaraan unsur yang sedang dihubungkan.

Baca Juga: Cara Menentukan Ide Pokok Paragraf dengan Cepat dan Tepat 

Tags:
pendidikan Bahasa Indonesia Konjungsi Kata Hubung

Komentar Pengguna