KebonCinta.com - Pernahkah kamu memperhatikan bahwa di beberapa negara, Matahari dapat terbenam lebih lambat pada musim panas dibandingkan musim dingin?
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa durasi siang dan malam tidak selalu sama sepanjang tahun.
Bahkan, di wilayah yang berada dekat kutub, Matahari dapat terlihat selama hampir 24 jam pada periode tertentu.
Lantas, mengapa perbedaan lama siang dan malam bisa terjadi?
Baca Juga: Apa Itu Gerak Semu Tahunan Matahari? Kenali Penyebab dan Pengaruhnya bagi Bumi
Bumi memiliki sumbu rotasi yang miring sekitar 23,4 derajat terhadap garis tegak lurus bidang orbitnya.
Ketika Bumi berevolusi mengelilingi Matahari, kemiringan tersebut menyebabkan masing-masing belahan Bumi menerima durasi penyinaran yang berbeda.
Pada periode ketika belahan Bumi utara lebih condong ke arah Matahari, wilayah tersebut mengalami siang yang lebih panjang.
Sebaliknya, belahan Bumi selatan mengalami durasi siang yang lebih pendek.
Sekitar enam bulan kemudian, kondisi tersebut berbalik.
Baca Juga: Mengapa Musim Bisa Berganti? Pahami Pengaruh Revolusi Bumi dan Kemiringan Sumbu Bumi
Daerah yang berada di sekitar lingkaran kutub mengalami perubahan durasi siang dan malam yang sangat besar.
Pada musim panas, sebagian wilayah dapat mengalami fenomena midnight sun, yaitu Matahari tetap terlihat meskipun waktu telah menunjukkan tengah malam.
Sementara itu, pada musim dingin, wilayah tertentu dapat mengalami malam kutub ketika Matahari tidak terbit selama satu hari atau lebih.
Fenomena ini terjadi karena kemiringan sumbu Bumi membuat wilayah kutub menghadap atau menjauhi arah Matahari dalam periode tertentu.
Baca Juga: Apa Itu Rotasi Bumi? Kenali Pengertian, Arah Perputaran, dan Waktu yang Dibutuhkan
Indonesia berada di sekitar garis khatulistiwa sehingga perubahan durasi siang dan malam relatif kecil.
Secara umum, masyarakat Indonesia mengalami waktu siang dan malam yang mendekati 12 jam.
Meski demikian, durasi sebenarnya tetap dapat berubah sedikit sepanjang tahun berdasarkan posisi geografis.
Pada periode ekuinoks, durasi siang dan malam di banyak wilayah dunia mendekati sama panjang.
Memahami fenomena ini membantu siswa mengenali bahwa panjang siang dan malam dipengaruhi oleh letak lintang, kemiringan sumbu Bumi, dan posisi Bumi dalam orbitnya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir