KebonCinta.com - Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat 2026, siswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghafal materi pelajaran. Persiapan strategi mengerjakan soal dan kesiapan mental juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti ujian.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan tiga hal utama yang perlu dipersiapkan siswa, yakni penguasaan materi, strategi, dan mental.
"Pertama, kuasai materi. Kedua, siapkan strategi. Ketiga, persiapkan mental. Ketiga itu adalah kuncinya," kata Mu'ti dalam keterangan tertulis pada Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, ketiga aspek tersebut perlu dipersiapkan secara seimbang agar siswa dapat memperoleh hasil TKA yang maksimal.
Baca Juga: Jangan Tertipu Rating! Ini 7 Cara Memilih Tempat Makan Online agar Tak Kecewa
Penguasaan materi menjadi fondasi utama bagi siswa yang akan mengikuti TKA SMA 2026. Pemahaman terhadap materi pelajaran diperlukan agar siswa mampu menghadapi berbagai bentuk soal yang diberikan.
Namun, persiapan belajar tidak seharusnya hanya berfokus pada menghafal informasi. Siswa juga perlu memahami isi materi sehingga dapat menggunakannya ketika menghadapi pertanyaan dengan bentuk atau konteks yang berbeda.
Karena itu, siswa dapat mulai dengan meninjau kembali materi yang telah dipelajari, mengenali bagian yang belum dikuasai, dan melatih kemampuan menjawab soal.
Langkah tersebut dapat membantu siswa mengetahui perkembangan belajarnya sekaligus menentukan materi yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Selain menguasai materi, siswa perlu memiliki strategi ketika mengerjakan soal TKA.
Kemampuan akademik saja tidak selalu cukup jika siswa belum mampu mengatur waktu dan menentukan urutan pengerjaan soal secara efektif.
Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah membaca pertanyaan dengan cermat, memahami informasi yang tersedia, kemudian menentukan langkah penyelesaian yang paling tepat.
Siswa juga dapat berlatih mengerjakan soal dengan batas waktu agar terbiasa mengatur tempo pengerjaan. Jika menemukan soal yang membutuhkan waktu panjang, siswa perlu mempertimbangkan pengelolaan waktu supaya kesempatan mengerjakan soal lain tetap terjaga.
Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa penguasaan materi perlu didukung strategi yang tepat. Tanpa strategi yang baik, kemampuan yang dimiliki siswa berisiko tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Kesiapan mental menjadi aspek ketiga yang ditekankan Mendikdasmen.
Siswa yang telah belajar dengan baik tetap dapat mengalami kesulitan apabila merasa terlalu cemas ketika ujian berlangsung. Rasa gugup dapat mengganggu konsentrasi dan membuat soal terasa lebih sulit daripada yang sebenarnya.
Mu'ti menegaskan bahwa siswa perlu menjaga kesiapan mental agar tidak langsung merasa tertekan ketika melihat soal.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak berkecil hati menghadapi soal TKA yang memiliki teks panjang. Menurutnya, penyusunan soal tersebut mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA), yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Karena itu, siswa perlu membiasakan diri membaca teks secara cermat, menemukan informasi penting, dan memahami inti pertanyaan sebelum menentukan jawaban.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa penguasaan materi, strategi, dan mental saling berkaitan. Jika salah satunya tidak dipersiapkan dengan baik, hasil ujian dapat menjadi kurang maksimal.
Siswa yang menguasai materi tetapi tidak memiliki strategi pengerjaan dapat mengalami kesulitan memanfaatkan waktu. Sebaliknya, strategi yang baik juga belum tentu membantu jika siswa kehilangan konsentrasi karena tekanan saat ujian.
Untuk itu, persiapan TKA sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Siswa dapat menggabungkan kegiatan belajar, latihan soal, dan pembiasaan mengerjakan pertanyaan berbasis bacaan.
Mu'ti juga mengusung moto "jujur dan gembira" sebagai pesan dalam menghadapi pelaksanaan TKA.
Pesan tersebut menekankan pentingnya mengikuti tes dengan sikap yang positif dan menjunjung kejujuran.
Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam sumber, pelaksanaan utama TKA SMA, MA, SMK, dan sederajat berlangsung bertahap mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Berikut beberapa tahapan pentingnya:
Siswa perlu memperhatikan jadwal yang berlaku bagi masing-masing sekolah dan memastikan informasi teknis pelaksanaan melalui pihak sekolah atau kanal resmi pemerintah.
Di luar persiapan menghadapi ujian, Abdul Mu'ti mengingatkan pentingnya pendidikan bagi masa depan siswa dan kontribusi mereka kepada masyarakat.
Ia menolak anggapan bahwa sekolah tidak terlalu penting selama seseorang merasa sudah pintar. Menurutnya, pendidikan dapat membantu seseorang berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi orang lain serta bangsa.
Dengan demikian, TKA tidak semestinya dipandang hanya sebagai ujian yang harus dilewati. Persiapannya juga dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperkuat pemahaman materi, melatih strategi berpikir, dan membangun kepercayaan diri.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir