Periode Reformasi juga perlu dipelajari, termasuk latar belakang kemunculannya, peran mahasiswa dan pelajar sebagai pelaku sejarah, serta perubahan dalam kehidupan politik dan ekonomi Indonesia.
Selain mengenali peristiwa penting, siswa sebaiknya mampu menjelaskan hubungan antara kondisi sebelum Reformasi, munculnya tuntutan perubahan, dan dampak perkembangan setelahnya.
Menguasai materi saja belum cukup. Kerangka asesmen resmi juga menekankan tiga tingkat kemampuan kognitif yang perlu diperhatikan siswa.
Pemahaman (knowing) berkaitan dengan kemampuan mengenali dan mengingat informasi sejarah, seperti tokoh, tempat, waktu, istilah, serta konsep dasar.
Penerapan (applying) menuntut siswa menggunakan pengetahuan sejarah untuk membaca sumber, menyusun kronologi, membandingkan peristiwa, dan menjelaskan hubungan sebab-akibat.
Penalaran (reasoning) menekankan kemampuan berpikir kritis, menilai informasi dari berbagai sumber, menyusun kesimpulan berdasarkan bukti, serta menghubungkan peristiwa sejarah dengan konteks yang lebih luas.
Dengan demikian, latihan TKA Sejarah sebaiknya tidak hanya berupa soal hafalan. Siswa juga perlu membiasakan diri membaca kutipan sumber sejarah, peta, tabel, foto, dan ilustrasi, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.
Supaya persiapan lebih efektif, mulailah dengan membagi materi menjadi enam kelompok besar sesuai kerangka asesmen. Buat garis waktu untuk memahami urutan peristiwa, lalu susun catatan singkat tentang penyebab, proses, tokoh, dan dampak dari setiap peristiwa penting.
Latihan soal juga perlu dilakukan secara berkala. Setelah menjawab soal, periksa alasan di balik jawaban yang benar, bukan hanya menghafal pilihan jawabannya. Cara ini membantu melatih penalaran dan mengurangi kesalahan saat menghadapi soal berbasis sumber.
Untuk memastikan persiapan sesuai ketentuan, siswa dapat mempelajari kerangka asesmen dan contoh soal yang tersedia melalui laman resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen.
Memahami cakupan materi sejak awal akan membantu siswa menyusun strategi belajar yang lebih terarah. Dengan menggabungkan penguasaan konsep, pemahaman kronologi, dan latihan analisis sumber, persiapan menghadapi TKA 2026 Sejarah SMA dapat dilakukan dengan lebih matang.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir