Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Mahasiswa Majalengka Ciptakan Game Mandala dari Legenda Nyi Rambut Kasih, Bisa Dimainkan Lewat Website

Mahasiswa Majalengka Ciptakan Game Mandala dari Legenda Nyi Rambut Kasih, Bisa Dimainkan Lewat Website

22 Oktober 2026 | 21:19

KebonCinta.com — Lima mahasiswa Universitas Majalengka, Jawa Barat, berhasil mengembangkan permainan digital bertajuk Mandala yang mengangkat legenda Nyi Rambut Kasih, salah satu cerita rakyat yang berkaitan dengan identitas Kabupaten Majalengka.

Karya tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Majalengka Creative Festival Ekraf di Gedung Majalengka Creative Center (MCC), Kamis, 22 Oktober 2026.

Game tersebut memadukan unsur hiburan, pendidikan, dan pelestarian budaya lokal melalui teknologi digital.

BERAWAL DARI TUGAS KULIAH

Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Kabupaten Majalengka, Mandala dikembangkan oleh lima mahasiswa Jurusan Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Majalengka.

Tim tersebut dipimpin Andika Rahmatullah.

Pengembangan awalnya merupakan tugas mata kuliah yang kemudian dikerjakan menjadi sebuah permainan digital.

Andika dan tim membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk menyelesaikan pengembangan game tersebut.

Dari kegiatan akademik, para mahasiswa menghasilkan produk kreatif yang dapat memperkenalkan cerita lokal kepada masyarakat dengan pendekatan berbeda.

Baca Juga: Cara Memisahkan Halaman PDF Menjadi File Terpisah di HP dan Laptop 

ANGKAT KISAH NYI RAMBUT KASIH

Permainan Mandala mengangkat legenda Nyi Rambut Kasih yang dikenal dalam tradisi cerita masyarakat Majalengka.

Dalam alur cerita game, Nyi Rambut Kasih digambarkan sebagai tokoh pelindung yang berupaya menjaga keberadaan Buah Maja serta Bahasa Sunda Majalengka.

Tokoh tersebut harus menghadapi ancaman pasukan musuh yang dipimpin seorang pangeran asal Cirebon.

Kisah dalam game menggunakan unsur legenda dan pengembangan cerita kreatif, sehingga tidak boleh langsung diperlakukan sebagai rekonstruksi sejarah faktual.

Melalui permainan tersebut, tim pengembang ingin memperkenalkan budaya daerah dengan cara yang lebih dekat kepada generasi muda.

GAME MENGGUNAKAN KONSEP MENGETIK CEPAT

Berbeda dengan permainan aksi pada umumnya, Mandala menggunakan mekanisme fast typing game atau permainan mengetik cepat.

Pemain harus mengetik kata-kata yang muncul pada layar dengan cepat dan tepat.

Setiap tantangan berhasil diselesaikan dengan mengetik untuk menghadapi serangan musuh.

Apabila pemain terlambat atau tidak berhasil menyelesaikan tantangan, nyawa karakter dalam permainan akan berkurang.

Buah Maja digunakan sebagai simbol nyawa karakter.

Mekanisme tersebut membuat game tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga dapat melatih kecepatan dan ketepatan penggunaan papan ketik.

GAME SUDAH BERBASIS WEBSITE

Pemerintah Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa Mandala telah dipublikasikan melalui platform berbasis web.

Dengan demikian, game tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengaksesnya melalui browser.

Penggunaan teknologi web dinilai dapat membantu memperluas jangkauan permainan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada distribusi aplikasi melalui toko aplikasi.

Namun, dalam publikasi resmi Pemkab Majalengka yang diperiksa, alamat lengkap website untuk memainkan Mandala belum dicantumkan.

Masyarakat yang ingin mencoba game tersebut dapat memantau publikasi Universitas Majalengka atau meminta informasi resmi dari tim pengembang.

PEMKAB MAJALENGKA APRESIASI KARYA MAHASISWA

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, Irwan, memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut.

Dalam keterangan yang diterbitkan pemerintah daerah pada 22 Oktober 2026, Irwan menilai pemanfaatan teknologi digital untuk mengangkat cerita rakyat merupakan salah satu pendekatan menarik untuk memperkenalkan kebudayaan lokal.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda agar dapat mengembangkan kreativitas dan menghasilkan produk digital.

PELUANG INDUSTRI GAME LOKAL

Kehadiran Mandala menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif di daerah tidak hanya terbatas pada produk kuliner, kerajinan, atau pertunjukan seni.

Industri game dan perangkat lunak juga menjadi bidang yang dapat dikembangkan mahasiswa maupun komunitas teknologi.

Karya digital yang mengangkat budaya daerah berpotensi menjadi sarana edukasi sekaligus membuka peluang usaha.

Melalui dukungan pendidikan, pengembangan keterampilan, dan kolaborasi dengan dunia industri, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap karya kreatif generasi muda semakin berkembang dan dapat dikenal masyarakat lebih luas.

Tags:
game Mandala Majalengka Nyi Rambut Kasih Universitas Majalengka game buatan mahasiswa Majalengka Creative Festival teknologi lokal pengembang game Indonesia

Komentar Pengguna