Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat Sering Tertukar, Apa Perbedaan Keduanya?

Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat Sering Tertukar, Apa Perbedaan Keduanya?

20 Oktober 2026 | 14:23

KebonCinta.com - Kata penghubung memiliki peran penting dalam menyusun kalimat dan paragraf Bahasa Indonesia.

Namun, tidak semua kata penghubung digunakan dengan cara yang sama. Ada konjungsi yang menghubungkan unsur dalam satu kalimat, sedangkan lainnya menghubungkan gagasan antara dua kalimat.

Kedua kelompok tersebut dikenal sebagai konjungsi intrakalimat dan antarkalimat.

Bagaimana cara membedakannya?

Mengenal Konjungsi Intrakalimat

Konjungsi intrakalimat digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, atau unsur lain dalam satu kalimat.

Baca Juga: Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia 2026/2027: 5 Soal Narasi dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan Lengkap 

Contohnya adalah dan, atau, tetapi, karena, dan sehingga.

Perhatikan kalimat berikut.

Dina membaca buku dan mencatat informasi penting.

Kata dan menghubungkan dua kegiatan dalam satu kalimat.

Contoh lainnya:

Raka tidak mengikuti latihan karena sedang sakit.

Kata karena menghubungkan hubungan sebab dalam kalimat tersebut.

Konjungsi intrakalimat dapat memiliki aturan penempatan dan tanda baca yang berbeda sesuai jenisnya.

Mengenal Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat menghubungkan makna sebuah kalimat dengan kalimat sebelumnya.

Contohnya adalah namun, selain itu, sebaliknya, dan oleh karena itu.

Perhatikan contoh berikut.

Jalan menuju sekolah sedang diperbaiki. Namun, kegiatan belajar tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Kata namun menghubungkan dua kalimat yang menyatakan hubungan pertentangan.

Dalam penulisan formal, konjungsi antarkalimat umumnya diawali huruf kapital karena berada di awal kalimat baru dan diikuti tanda koma.

Baca Juga: Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia 2026/2027: 10 Soal Pilihan Ganda, Kunci Jawaban, dan Pembahasan Lengkap 

Perbedaan Penggunaan dalam Kalimat

Perhatikan dua contoh berikut.

Andi ingin bermain, tetapi hujan turun.

Andi ingin bermain. Namun, hujan turun.

Pada contoh pertama, tetapi menghubungkan dua klausa dalam satu kalimat.

Pada contoh kedua, namun menghubungkan gagasan antara dua kalimat.

Keduanya menyampaikan pertentangan, tetapi memiliki fungsi gramatikal yang berbeda.

Kesalahan yang sering muncul adalah menukar penggunaan tetapi dan namun tanpa menyesuaikan struktur kalimat.

Baca Juga: Materi TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut: Kisi-Kisi, Ringkasan, dan Contoh Soal Lengkap 

Dengan memahami perbedaannya, siswa dapat memilih kata penghubung yang tepat dan menggunakan tanda baca sesuai kaidah Bahasa Indonesia.

Tags:
Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat Materi Bahasa Indonesia perbedaan

Komentar Pengguna