Kerja Keras atau Kerja Cerdas, Bagaimana Milenial dan Gen Z Memaknai Kesuksesan?

Kerja Keras atau Kerja Cerdas, Bagaimana Milenial dan Gen Z Memaknai Kesuksesan?

14 Oktober 2026 | 13:38

KebonCinta.com - Ada pekerja yang merasa puas setelah menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan tugas. Ada pula yang menilai keberhasilan dari pekerjaan yang tuntas secara efisien, sambil tetap memiliki ruang untuk menikmati hidup.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kesuksesan dalam bekerja dapat dimaknai dengan beragam cara. Lingkungan tempat seseorang tumbuh ikut membentuk pandangan tentang usaha, pencapaian, dan kehidupan yang ingin dijalani.

Dalam bahan pemberitaan Republika, psikolog Universitas Padjadjaran, Fredrick Dermawan Purba, membahas perbedaan pandangan milenial dan Gen Z dalam gelar wicara “Real Voice, Real Change: Let's Create a Healthy Workplace” pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Baca Juga: AI Mulai Geser Pekerjaan Kantoran, Gen Z Kini Incar Profesi Zaman Dulu dengan Gaji Fantastis 

Milenial dan Keyakinan bahwa Kerja Keras Membawa Kesuksesan

Menurut Fredrick, milenial dibesarkan dengan pesan dari generasi sebelumnya bahwa kerja keras merupakan kunci kesuksesan. Pesan tersebut dapat membentuk cara mereka menunjukkan kesungguhan dalam pekerjaan.

Dalam pandangan ini, ketekunan dan kesediaan mengerahkan usaha menjadi bagian penting dari pencapaian. Pekerjaan memperoleh tempat besar karena dianggap sebagai jalan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Fredrick mencontohkan kebiasaan membawa pekerjaan saat cuti sebagai salah satu gambaran pengaruh keyakinan tersebut. Namun, contoh ini tidak berarti seluruh milenial memiliki kebiasaan yang sama.

Pengalaman keluarga, kondisi ekonomi, dan lingkungan kerja setiap orang tetap berbeda. Karena itu, pandangan tentang kerja keras perlu dipahami sebagai kecenderungan yang dibahas dalam diskusi, bukan karakter mutlak sebuah generasi.

Baca Juga: Saat Tawaran Kerja Datang, Apa yang Membuat Gen Z dan Milenial Berkata “Ya”? 

Gen Z Memaknai Kesuksesan melalui Kerja Cerdas dan Kebahagiaan

Fredrick menggambarkan Gen Z memiliki penekanan berbeda dalam memandang pekerjaan.

“Kalau gen Z, kerja cerdas dan bahagia itu adalah kunci,” ujarnya dalam bahan pemberitaan tersebut.

Pandangan ini memberi ruang untuk melihat keberhasilan melalui cara bekerja dan pengalaman menjalani pekerjaan. Pencapaian dapat dipertimbangkan bersama pertanyaan apakah prosesnya memungkinkan seseorang memiliki kehidupan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Meski demikian, perhatian terhadap kebahagiaan tidak dapat langsung diartikan sebagai rendahnya kemauan berusaha. Begitu pula penekanan pada kerja keras tidak otomatis berarti seseorang mengabaikan kesejahteraan dirinya.

Baca Juga: Bertahan Belum Tentu Nyaman, Pindah Belum Tentu Tak Loyal, Ternyata Begini Cara Gen Z dan Milenial Menata Karier 

Makna Kesuksesan Milenial dan Gen Z Tidak Harus Dipertentangkan

Kerja keras dan kerja cerdas dapat berjalan bersama. Ketekunan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan, sementara pengaturan prioritas membantu usaha diarahkan pada hasil yang ingin dicapai.

Perbedaan penekanan antargenerasi bisa menjadi bahan percakapan di tempat kerja. Tim dapat membahas apa yang dianggap sebagai kontribusi, bagaimana hasil dinilai, dan harapan yang perlu dipenuhi.

Pembicaraan tersebut lebih berguna daripada mengukur komitmen hanya dari usia atau lamanya seseorang terlihat bekerja.

Baca Juga: Bukan Cuma Mengandalkan Buku, Ini Strategi Belajar Efektif untuk Gen Z 

Sebagaimana dijelaskan dalam bahan pemberitaan, tantangan hidup, beban keluarga, dan dinamika pekerjaan turut membentuk sikap pekerja. 
Memahami konteks itu membantu melihat bahwa makna kesuksesan bersifat beragam, bahkan di antara orang-orang dari generasi yang sama.

Tags:
Gen Z Milenial Kesuksesan

Komentar Pengguna