Kenali Kefir, Susu Fermentasi yang Menarik Perhatian dalam Penelitian Kesehatan Usus

Kenali Kefir, Susu Fermentasi yang Menarik Perhatian dalam Penelitian Kesehatan Usus

14 Oktober 2026 | 12:05

KebonCinta.com - Kefir mulai dikenal sebagai pilihan minuman fermentasi yang dikaitkan dengan kesehatan usus. Namun, apa sebenarnya yang membuat minuman berbahan susu ini menarik perhatian peneliti?

Selain menyediakan nutrisi dari susu, kefir melibatkan mikroorganisme dalam proses fermentasinya. Penelitian kemudian menelusuri apakah konsumsi kefir dapat memengaruhi komunitas mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan, atau disebut mikrobiota usus.

Kefir dan Peran Mikroorganisme bagi Kesehatan Usus

Usus manusia menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme. Tidak semuanya merugikan; sebagian membantu tubuh menjalankan fungsinya.

Baca Juga: Ingin Membuat Latte Jahe? Pasien Penyakit Ginjal Perlu Memperhatikan Pilihan Susu 

National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menjelaskan bahwa probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Namun, efeknya dapat berbeda berdasarkan jenis mikroorganisme, produk, dan orang yang mengonsumsinya.

Karena itu, keberadaan mikroorganisme dalam suatu minuman belum cukup untuk memastikan manfaat tertentu. Klaim kesehatan perlu didukung penelitian terhadap produk dan kondisi yang sesuai.

Apa Temuan Penelitian Kefir terhadap Mikrobiota Usus?

Studi dalam jurnal Nutrients pada 2019 meneliti 22 pasien dengan sindrom metabolik. Peserta menerima kefir atau susu tanpa fermentasi sebanyak 180 mililiter sehari selama 12 minggu.

Peneliti menemukan peningkatan proporsi kelompok bakteri Actinobacteria pada kelompok kefir. Akan tetapi, perubahan kelompok bakteri lainnya tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok.

Baca Juga: Lemak Perut dan Kesehatan Otak, Apa Hubungannya dengan Risiko Alzheimer? 

Penulis penelitian menyimpulkan bahwa studi lanjutan masih diperlukan untuk memahami pengaruh kefir terhadap komposisi mikrobiota usus.

Jumlah peserta yang kecil dan kondisi kesehatan yang spesifik juga membatasi penerapan hasilnya. Temuan tersebut belum membuktikan bahwa semua orang akan memperoleh perubahan serupa setelah minum kefir.

Memahami Potensi Kefir secara Proporsional

Ketertarikan terhadap kefir membuka peluang penelitian mengenai hubungan makanan fermentasi dan kesehatan pencernaan. Meski demikian, perubahan mikrobiota tidak otomatis berarti suatu penyakit dapat dicegah atau disembuhkan.

NCCIH mengingatkan bahwa bukti kuat untuk banyak penggunaan probiotik masih terbatas.

Baca Juga: Berikut 5 Jenis Makanan yang Perlu Dibatasi demi Menjaga Kesehatan Otak dan Daya Ingat 

Kefir dapat dipahami sebagai pilihan pangan yang sedang diteliti, dengan manfaat yang perlu dinilai secara spesifik. Pembaca sebaiknya membedakan potensi ilmiah dari janji kesehatan yang terdengar pasti.

Tags:
Kefir Mikrobiota Usus Kesehatan Usus Susu Fermentasi

Komentar Pengguna