Kesehatan
Hilmi An Naufal

Kemenkes Siapkan 10.000 Alat Diagnostik TB untuk Puskesmas, Deteksi Penyakit Ditargetkan Semakin Cepat

Kemenkes Siapkan 10.000 Alat Diagnostik TB untuk Puskesmas, Deteksi Penyakit Ditargetkan Semakin Cepat

18 Oktober 2026 | 10:08

KebonCinta.com — Pemerintah memperkuat kemampuan puskesmas dalam menemukan kasus tuberkulosis atau TB melalui pengadaan ribuan alat diagnostik.

Kementerian Kesehatan menyiapkan hingga 10.000 unit Near Point-of-Care atau NPOC untuk disebarkan ke puskesmas di berbagai wilayah Indonesia.

Peralatan tersebut diharapkan membantu mempercepat proses pemeriksaan terhadap masyarakat yang memiliki gejala maupun faktor risiko TB.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan distribusi akan dilakukan secara bertahap.

“Pemerintah memesan alat tersebut hingga 10.000 unit,” ujarnya.

Sebanyak 2.700 unit NPOC disebut telah tiba pada tahap sebelumnya.

Jumlah alat yang tersedia kemudian ditargetkan bertambah menjadi sekitar 5.600 unit untuk memenuhi kebutuhan puskesmas di Pulau Jawa.

Setelah kebutuhan di Jawa terpenuhi, distribusi dilanjutkan menuju puskesmas di luar Pulau Jawa.

TB masih menjadi salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius.

Penanganan akan menjadi lebih efektif apabila pasien dapat ditemukan lebih cepat dan segera menjalani pengobatan.

Puskesmas mempunyai posisi penting karena menjadi fasilitas kesehatan yang berada paling dekat dengan masyarakat.

Dengan alat diagnostik yang tersedia di tingkat layanan primer, masyarakat tidak selalu harus dirujuk jauh hanya untuk menjalani pemeriksaan awal.

Selain perangkat NPOC, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa mobile X-ray.

Peralatan rontgen bergerak dapat digunakan untuk membantu proses skrining di berbagai lokasi.

Namun keberadaan alat tidak cukup jika tidak didukung tenaga kesehatan yang mampu mengoperasikannya.

Kemenkes karena itu juga menyiapkan dukungan tenaga radiografer.

Baca Juga: Beasiswa Asa Nusantara 2026 Biayai 800 Mahasiswa, UKT dan Biaya Hidup Ditanggung hingga 8 Semester 

Pemerintah menilai pemeriksaan yang lebih mudah dijangkau dapat membantu meningkatkan penemuan kasus.

Pasien yang terdeteksi lebih awal dapat segera mendapatkan tata laksana sehingga risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.

TB merupakan penyakit menular yang terutama menyerang paru-paru, meskipun dapat memengaruhi organ lain.

Penularannya dapat terjadi melalui udara ketika seseorang dengan TB aktif di paru-paru mengeluarkan bakteri, misalnya saat batuk.

Gejala TB dapat berupa batuk berkepanjangan, berat badan menurun, demam atau berkeringat pada malam hari.

Namun diagnosis tidak boleh dilakukan sendiri hanya berdasarkan gejala.

Masyarakat yang mengalami keluhan mencurigakan perlu menjalani pemeriksaan tenaga kesehatan.

Pengobatan TB juga harus dijalani sesuai arahan medis dan tidak dihentikan sendiri ketika kondisi tubuh mulai terasa membaik.

Ketidakpatuhan pengobatan dapat meningkatkan risiko kegagalan terapi serta munculnya TB yang resisten terhadap obat.

Kehadiran 10.000 perangkat diagnostik karena itu bukan hanya persoalan menambah alat kesehatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membuat deteksi penyakit semakin dekat dengan masyarakat.

Jika alat, tenaga dan sistem rujukan dapat berjalan bersama, pasien diharapkan dapat ditemukan dan ditangani lebih cepat.

Tags:
Tuberkulosis TBC Kemenkes Puskesmas NPOC Mobile X-Ray Kesehatan Deteksi TB

Komentar Pengguna