Beasiswa
Dewi Safitri

Kemendikdasmen Buka Beasiswa Pelatihan STEM ke Jepang, Kuota 30 Guru SD-SMP

Kemendikdasmen Buka Beasiswa Pelatihan STEM ke Jepang, Kuota 30 Guru SD-SMP

16 Oktober 2026 | 16:43

KebonCinta.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kesempatan bagi guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk mengikuti program beasiswa pelatihan teknis tanpa gelar di bidang pembelajaran Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM). Pendaftaran program ini dibuka hingga 25 Oktober 2026.

Program bertajuk Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning tersebut merupakan kolaborasi Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Hiroshima University, Jepang.

Baca Juga: Kemenkes Buka Beasiswa Penuh Tenaga Kesehatan 2026, Pendaftaran hingga 30 Oktober dan Ada Biaya Hidup 

Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran STEM yang inovatif dan berkelanjutan. 

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran diharapkan tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong siswa berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan nyata.

Baca Juga: Sistem Ujian Terus Berubah, Bagaimana Hasil Evaluasi Bisa Membantu Memperbaiki Pendidikan? 

Kuota dan persyaratan pendaftar

Program beasiswa non-gelar ini menyediakan kuota terbatas bagi 30 pendidik, terdiri atas 15 guru SD dan 15 guru SMP. Calon peserta perlu memenuhi persyaratan umum dan khusus sebelum mengajukan pendaftaran.

Secara umum, pelamar harus berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), berusia maksimal 55 tahun per 31 Desember 2026, memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), serta sehat jasmani dan rohani.

Baca Juga: Ini Alasan Soal TKA SMA 2026 Pakai Standar PISA dan Sistem Penilaian IRT 

Adapun persyaratan khusus meliputi status sebagai pendidik aparatur sipil negara (ASN) atau pendidik tetap yayasan, pengalaman mengajar minimal dua tahun berturut-turut di satuan pendidikan formal, serta pendidikan minimal S-1 atau D-IV dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 3,00 pada skala 4,00.

Pelamar juga diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Skor minimal yang diterima meliputi TOEFL ITP 450, Duolingo 75, TOEFL iBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, English Score 290, atau Versant Test 47.

Persyaratan sertifikat bahasa Inggris tersebut dikecualikan bagi kandidat lulusan perguruan tinggi luar negeri yang masa kelulusannya tidak lebih dari dua tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran. Pengecualian harus dibuktikan dengan ijazah yang sesuai.

Dokumen yang perlu disiapkan

Selain mengisi formulir pendaftaran, calon peserta perlu menyiapkan sejumlah dokumen administrasi. Dokumen umum yang dipersyaratkan antara lain hasil pindai KTP dan NUPTK, surat pernyataan kesanggupan mengikuti program, surat rekomendasi atasan, surat keterangan sehat jasmani dan rohani, serta esai atau personal statement dalam bahasa Inggris dengan panjang minimal 500 kata.

Pelamar juga perlu menyiapkan surat keputusan pengangkatan sebagai pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan, surat tugas mengajar, surat keterangan aktif bertugas dari pimpinan instansi, serta ijazah dan transkrip nilai S-1 atau D-IV yang telah dilegalisasi.

Sementara itu, Letter of Acceptance (LoA) dilengkapi setelah calon peserta dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa. Calon pendaftar sebaiknya memastikan seluruh dokumen telah sesuai dengan ketentuan sebelum mengirimkan aplikasi.

Cara mendaftar beasiswa STEM

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi GTK Kemendikdasmen di https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas.

Setelah membuka laman tersebut, pelamar dapat memilih program Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning, membaca seluruh ketentuan, kemudian mengakses laman pendaftaran. Tahap berikutnya adalah melengkapi profil dan mengunggah dokumen yang diminta oleh sistem.

Pendaftaran ditutup pada 25 Oktober 2026. Karena kuota hanya tersedia untuk 30 guru, calon peserta perlu mencermati seluruh persyaratan dan memastikan pengajuan dilakukan sebelum tenggat waktu.

Program ini menjadi salah satu peluang bagi guru SD dan SMP untuk mengembangkan kompetensi profesional, khususnya dalam merancang pembelajaran STEM yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.

Tags:
kemendikdasmen pembelajaran stem microcredential program beasiswa non gelar

Komentar Pengguna