ASN & Karier
Hilmi An Naufal

Kemenag Tegaskan CPNS 2026 Belum Dibuka, Pelamar Diminta Waspadai Link Rekrutmen Palsu

Kemenag Tegaskan CPNS 2026 Belum Dibuka, Pelamar Diminta Waspadai Link Rekrutmen Palsu

11 Oktober 2026 | 07:28

KebonCinta.com — Masyarakat yang sedang menunggu pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2026 diminta semakin berhati-hati terhadap informasi yang beredar melalui media sosial.

Kementerian Agama menegaskan hingga 10 Oktober 2026 belum membuka proses pengadaan CPNS tahun ini.

Penegasan tersebut disampaikan setelah muncul sejumlah unggahan yang seolah-olah menyebut rekrutmen CPNS Kemenag 2026 telah dibuka.

Sebagian informasi bahkan menyertakan jumlah formasi maupun tautan tertentu yang dapat membuat masyarakat mengira informasi tersebut berasal dari pemerintah.

“Kemenag belum membuka proses pengadaan CPNS 2026,” tegas Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar.

Ia kemudian menjelaskan Kemenag juga belum menerbitkan pengumuman mengenai pembukaan seleksi tersebut melalui berita maupun akun media sosial resminya.

Salah satu modus yang ditemukan adalah penggunaan data kuota CPNS Kemenag tahun 2024.

Data lama tersebut kemudian ditampilkan kembali dalam materi promosi sehingga terlihat seolah-olah merupakan informasi formasi CPNS tahun 2026.

Baca Juga: Kuningan Kejar JKN 100 Persen, Masih Ada 26.078 Warga yang Perlu Didaftarkan 

Kondisi seperti ini berpotensi membingungkan pencari kerja yang sedang menunggu pembukaan seleksi ASN.

Terlebih informasi mengenai CPNS merupakan salah satu topik yang sering mendapatkan perhatian besar masyarakat.

Kemenag meminta calon pelamar tidak terburu-buru mengeklik sebuah tautan hanya karena menggunakan logo instansi pemerintah atau mencantumkan tulisan pendaftaran CPNS.

Identitas visual seperti logo, gambar gedung maupun foto pejabat dapat dengan mudah digunakan kembali oleh pihak lain.

Hal yang harus diperiksa adalah sumber informasi tersebut.

Untuk seleksi Kemenag, masyarakat dapat memantau pengumuman melalui website resmi Kementerian Agama serta akun media sosial terverifikasi.

Sementara proses pendaftaran CASN secara resmi menggunakan portal SSCASN milik Badan Kepegawaian Negara.

Pengadaan CPNS dan PPPK juga melibatkan Kementerian PANRB serta BKN.

Karena itu, pengumuman besar mengenai penerimaan ASN seharusnya dapat dikonfirmasi melalui lebih dari satu kanal resmi pemerintah.

Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap formulir yang meminta data pribadi.

NIK, nomor Kartu Keluarga, kata sandi, kode OTP maupun informasi rekening tidak boleh diberikan melalui situs yang tidak jelas.

Data tersebut berpotensi disalahgunakan apabila jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Calon pelamar juga sebaiknya tidak langsung mentransfer uang kepada pihak yang menjanjikan kelulusan CPNS.

Seleksi ASN pemerintah menggunakan mekanisme resmi dan kelulusan tidak dapat dibeli melalui orang dalam maupun pihak ketiga.

Bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan diri, waktu menunggu dapat digunakan untuk mempelajari materi seleksi serta memastikan berbagai dokumen pribadi sudah benar.

Namun informasi mengenai formasi, tanggal pendaftaran dan jadwal seleksi tetap harus menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Kemenag menegaskan masyarakat sebaiknya melakukan verifikasi sebelum membagikan sebuah informasi kepada keluarga maupun teman.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah penyebaran informasi palsu sekaligus mengurangi risiko masyarakat menjadi korban penipuan berkedok penerimaan CPNS.

Tags:
CPNS 2026 kemenag ASN PPPK BKN SSCASN Lowongan CPNS Hoaks CPNS

Komentar Pengguna