KebonCinta.com — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan bahwa seluruh kegiatan operasi dan perawatan kereta cepat Whoosh kini telah ditangani secara mandiri oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Pencapaian tersebut diumumkan KCIC di Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Peralihan tanggung jawab menjadi hasil dari proses transfer pengetahuan yang dilakukan bersama tenaga profesional asal Tiongkok sejak 2023.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan bahwa penguasaan teknologi kereta cepat merupakan salah satu hasil penting dari keberadaan Whoosh di Indonesia.
Menurut Eva, proses transfer pengetahuan yang berlangsung secara terstruktur selama tiga tahun telah mempersiapkan pegawai Indonesia untuk menangani seluruh kegiatan operasional dan perawatan secara mandiri.
Baca Juga: Pengusulan PIP Fase II 2026 melalui SIPINTAR hingga 22 Oktober: Mekanisme dan Tugas Sekolah
TENAGA INDONESIA MULAI MANDIRI SEJAK SEPTEMBER
Berdasarkan keterangan KCIC, tenaga profesional Tiongkok sebelumnya mendampingi pelaksanaan operasi dan perawatan kereta cepat melalui Operation and Maintenance Consortium (OMC).
Pendampingan dilakukan sejak awal pengoperasian Whoosh pada 2023.
Dalam proses tersebut, pegawai Indonesia memperoleh pembelajaran mengenai pengoperasian kereta, sistem keselamatan, hingga perawatan berbagai komponen infrastruktur.
Seiring meningkatnya keterampilan tenaga kerja nasional, jumlah pendamping asing secara bertahap mulai dikurangi.
Seluruh tenaga pendamping dari Tiongkok kemudian menyelesaikan masa tugas dan kembali ke negara asal pada Agustus 2026.
Sejak September 2026, seluruh kegiatan operasi dan perawatan Whoosh telah dijalankan secara mandiri oleh pegawai Indonesia.
APA SAJA YANG DITANGANI TENAGA INDONESIA?
KCIC menjelaskan bahwa penguasaan teknologi tidak terbatas pada pekerjaan sebagai masinis.
Tenaga kerja Indonesia saat ini menangani berbagai bidang penting, antara lain:
Seluruh pekerjaan tersebut dilakukan berdasarkan prosedur teknis serta standar keselamatan yang berlaku.
MELALUI PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI
Proses pengembangan kemampuan pegawai dilakukan melalui sejumlah tahapan.
KCIC menerapkan pembelajaran teori, latihan menggunakan simulator, observasi lapangan, hingga praktik langsung bersama tenaga profesional Tiongkok.
Setelah mengikuti pelatihan, pegawai Indonesia menjalani uji kompetensi, asesmen teknis, dan sertifikasi sesuai bidang pekerjaan.
Tanggung jawab kemudian diserahkan kepada pegawai yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan.
KCIC menegaskan bahwa berakhirnya masa pendampingan asing tidak mengurangi perhatian perusahaan terhadap keamanan dan keandalan operasional.
Setiap petugas tetap diwajibkan mengikuti prosedur keselamatan untuk menjaga kualitas layanan kereta cepat.
PENGUASAAN TEKNOLOGI TRANSPORTASI MODERN
Kemandirian tenaga kerja Indonesia dalam mengoperasikan Whoosh menjadi perkembangan penting dalam penguasaan teknologi transportasi nasional.
Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, keberadaan kereta cepat juga memberikan kesempatan bagi tenaga profesional Indonesia untuk mempelajari teknologi perkeretaapian berkecepatan tinggi.
KCIC menyatakan akan terus mengembangkan kemampuan pegawainya untuk memastikan kegiatan operasional dan perawatan berjalan sesuai standar.
Pencapaian ini menunjukkan hasil pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional melalui kolaborasi teknologi internasional.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir