KebonCinta.com — Guru non-Aparatur Sipil Negara yang masih menunggu pembayaran tunjangan mendapatkan kabar terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan tunjangan yang mengalami keterlambatan ditargetkan mulai ditransfer pada pekan depan.
Pencairan dilakukan setelah koordinasi antara Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan dan DPR.
“Insya Allah mulai pekan depan tunjangan guru non-ASN mulai dapat ditransfer,” ujar Abdul Mu'ti.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Mendikdasmen melakukan kunjungan di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Abdul Mu'ti juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan tugas meskipun tunjangan mengalami keterlambatan.
Pemerintah berharap pembayaran tersebut dapat membantu tenaga pendidik memenuhi kebutuhan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.
Namun pencairan tidak berarti seluruh guru akan menerima dana pada hari yang sama.
Kemendikdasmen menyebut proses pembayaran akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: 12 Soal Prediksi TKA Geografi 2026/2027, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan dokumen administrasi pembayaran telah selesai diproses.
Surat Permintaan Pembayaran atau SPP serta Surat Perintah Membayar atau SPM disebut telah rampung.
Tahapan selanjutnya adalah menunggu penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana atau SP2D dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.
Kemendikdasmen juga telah berkoordinasi dengan KPPN untuk mempercepat proses tersebut.
Karena pencairan dilakukan bertahap, waktu dana masuk ke rekening masing-masing penerima dapat berbeda.
Guru disarankan terus memeriksa informasi resmi dari kementerian maupun sistem yang digunakan untuk penyaluran tunjangan.
Dalam keterangan terbaru tersebut, pemerintah belum merinci jumlah guru yang masuk dalam pencairan kali ini.
Besaran keseluruhan anggaran dan pembagian jadwal berdasarkan daerah juga belum dijelaskan secara terperinci.
Karena itu, guru perlu berhati-hati terhadap pesan yang mengatasnamakan kementerian dan meminta data pribadi maupun sejumlah uang agar tunjangan dapat dicairkan.
Informasi pencairan sebaiknya selalu diperiksa melalui kanal pemerintah.
Pembayaran tunjangan guru menjadi isu penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan tenaga pendidik.
Guru non-ASN di berbagai daerah memiliki kondisi penghasilan yang berbeda sehingga tunjangan menjadi salah satu komponen yang sangat dinantikan.
Pemerintah berharap setelah proses administrasi selesai, pembayaran dapat segera masuk secara bertahap mulai pekan depan.
Bagi guru yang belum menerima pada hari pertama pencairan, hal tersebut belum tentu berarti terdapat masalah karena penerbitan SP2D dan transfer dilakukan secara bertahap.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir