Beasiswa
Hilmi An Naufal

Kabar Baik! Kuota Beasiswa Al-Azhar Mesir Berpeluang Ditambah, Kemenag Juga Siapkan Skema Double Degree

Kabar Baik! Kuota Beasiswa Al-Azhar Mesir Berpeluang Ditambah, Kemenag Juga Siapkan Skema Double Degree

15 Oktober 2026 | 14:06

KebonCinta.com — Peluang pelajar dan santri Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir berpotensi semakin terbuka.

Kementerian Agama menyampaikan adanya peluang penambahan kuota beasiswa bagi calon mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi Islam tertua tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan pembicaraan penambahan beasiswa semakin terbuka setelah penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir.

“Harapan kita bertambah, ya, karena saat kunjungan Pak Presiden Abdel Fattah itu, kemungkinan menambah beasiswa itu sangat besar,” ujar Amien.

Ia menjelaskan jumlah pasti tambahan kuota belum diumumkan karena masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama pihak Al-Azhar.

Saat ini, jalur khusus beasiswa yang difasilitasi Kementerian Agama disebut baru dapat menampung sekitar 20 orang.

Jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan tingginya minat pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Mesir.

Kemenag mencatat peminat Al-Azhar dari Indonesia mencapai ribuan orang.

Meski demikian, tingginya jumlah peminat tidak membuat standar penerimaan menjadi lebih longgar.

Calon mahasiswa tetap harus memenuhi kemampuan akademik dan bahasa sesuai persyaratan yang berlaku.

Kemenag juga menekankan pentingnya kompetensi serta pemahaman moderasi beragama bagi calon mahasiswa.

Peluang pengembangan kerja sama tidak hanya menyangkut penambahan beasiswa.

Kemenag dan Universitas Al-Azhar juga membahas beberapa model pendidikan baru yang dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi mahasiswa Indonesia.

Baca Juga: Hukum Membaca Al-Fatihah dengan Bacaan yang Salah saat Sholat: Apakah Harus Diulang? 

Salah satunya adalah skema double degree atau gelar ganda.

Melalui skema yang sedang disiapkan tersebut, mahasiswa berpotensi menjalani sebagian masa kuliah di Indonesia dan sebagian lainnya di Mesir.

“Misalnya dalam empat tahun itu untuk kepentingan S1, maka dua tahunnya bisa di Indonesia, dua tahunnya bisa di Mesir, Al-Azhar,” kata Amien.

Namun mekanisme teknis skema tersebut masih akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama lanjutan.

Selain double degree, kedua pihak membahas kemungkinan kuliah jarak jauh.

Model ini berpotensi memungkinkan mahasiswa mengikuti sebagian pendidikan Al-Azhar dari Indonesia.

Kemenag menegaskan penyelenggaraannya tetap harus mengikuti standar akademik yang ditetapkan Universitas Al-Azhar.

Kemampuan bahasa Arab menjadi salah satu unsur penting yang perlu dipersiapkan.

Kementerian Agama juga mempertimbangkan keterlibatan lembaga bahasa dan alumni Al-Azhar untuk membantu peningkatan kompetensi calon mahasiswa.

Pondok pesantren, Ma'had Aly dan perguruan tinggi keagamaan Islam berpotensi ikut dilibatkan.

Selain pendidikan mahasiswa, kerja sama yang dibahas juga mencakup riset kolaboratif dan pertukaran pendidik.

Nota kesepahaman antara Kementerian Agama dan Al-Azhar telah menjadi dasar untuk memperluas hubungan akademik tersebut.

Bagi pelajar yang berminat, kabar ini tentu memberikan harapan baru.

Namun calon mahasiswa sebaiknya belum menganggap tambahan kuota beasiswa sudah resmi tersedia untuk pendaftaran.

Jumlah penerima, jadwal pendaftaran dan persyaratan teknis masih menunggu pengumuman resmi berikutnya.

Calon mahasiswa disarankan mempersiapkan kemampuan bahasa Arab dan akademik sejak sekarang sambil memantau informasi resmi Kementerian Agama.

Jika penambahan kuota benar-benar terealisasi, kesempatan santri dan pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Al-Azhar akan semakin luas.

Tags:
Beasiswa Al-Azhar kemenag mesir Santri Kuliah Mesir Double Degree Beasiswa 2026

Komentar Pengguna