Kampus
Hilmi An Naufal

Juara FIKSI 2026 Bisa Masuk Undiksha Tanpa Tes, Berlaku untuk Juara I hingga III Kecuali Fakultas Kedokteran

Juara FIKSI 2026 Bisa Masuk Undiksha Tanpa Tes, Berlaku untuk Juara I hingga III Kecuali Fakultas Kedokteran

14 Oktober 2026 | 14:42

KebonCinta.com — Prestasi pelajar dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia atau FIKSI 2026 mendapatkan apresiasi khusus dari Universitas Pendidikan Ganesha.

Undiksha memberikan peluang kepada peraih juara I, II dan III dari seluruh kategori FIKSI 2026 untuk diterima sebagai mahasiswa tanpa tes.

Kebijakan tersebut berlaku untuk program studi di Undiksha dengan pengecualian Fakultas Kedokteran.

“Kami ingin Undiksha menjadi kampus yang ramah bagi siswa,” ujar Rektor Undiksha I Wayan Lasmawan.

Ia berharap para peserta mendapatkan pengalaman baru sekaligus mengenal lingkungan perguruan tinggi selama FIKSI berlangsung.

FIKSI 2026 digelar di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali.

Kegiatan berlangsung hingga 16 Oktober dan mempertemukan talenta muda dari berbagai sekolah.

Sebanyak 110 tim dari 86 sekolah di Indonesia dan satu sekolah asal Malaysia terlibat dalam ajang tersebut.

Pelajar membawa berbagai gagasan bisnis, produk serta inovasi yang mereka kembangkan.

Sebelas bidang kewirausahaan dilombakan dalam FIKSI.

Kategori tersebut antara lain agribisnis, agroteknologi dan kemaritiman.

Bidang kesehatan, kecantikan dan perawatan diri juga menjadi bagian dari kompetisi.

Selain itu terdapat kewirausahaan sosial, wisata dan budaya hingga teknologi digital.

Pelajar juga dapat berkompetisi dalam bidang kuliner, fesyen, gim digital, kriya, video, animasi dan film serta seni rupa dan desain.

Karya finalis tidak hanya dinilai oleh juri.

Baca Juga: Tak Semua Guru Otomatis Dipanggil! Ini Faktor Penentuan Peserta PPG Daljab Kemenag 2026 

Produk serta inovasi mereka juga ditampilkan melalui expo sehingga dapat dilihat masyarakat.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menilai generasi muda perlu mempunyai keberanian berinovasi menghadapi perubahan dunia.

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan membuat kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah serta berkolaborasi menjadi semakin penting.

Kewirausahaan juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjual produk.

Pelajar perlu mampu melihat masalah di masyarakat kemudian menawarkan gagasan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Undiksha melihat prestasi peserta FIKSI sebagai salah satu indikator potensi yang dapat terus dikembangkan di perguruan tinggi.

Karena itu, kesempatan masuk tanpa tes diberikan agar prestasi yang telah dibangun sejak sekolah dapat dilanjutkan.

Namun peserta tetap perlu memperhatikan ketentuan resmi penerimaan mahasiswa baru yang nantinya ditetapkan kampus.

Peluang tersebut menjadi tambahan motivasi bagi finalis FIKSI.

Mereka tidak hanya berkompetisi untuk mendapatkan medali dan penghargaan, tetapi juga berpeluang mendapatkan jalan menuju pendidikan tinggi.

FIKSI sendiri menjadi bukti bahwa inovasi dan kewirausahaan dapat mulai dibangun sejak usia sekolah.

Ide sederhana yang lahir dari permasalahan sehari-hari dapat berkembang menjadi produk atau usaha apabila terus diuji dan dikembangkan.

Bagi para juara, kompetisi 2026 bahkan dapat menjadi pintu awal menuju kehidupan kampus dan perjalanan kewirausahaan yang lebih panjang.

Tags:
FIKSI 2026 Undiksha Siswa Berprestasi Mahasiswa Baru Kewirausahaan Inovasi kemendikdasmen

Komentar Pengguna