KebonCinta.com — Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026, NU Care Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyalurkan bantuan pendidikan kepada para santri.
Bantuan tersebut diberikan kepada santri asal tujuh desa di wilayah Kecamatan Kedokanbunder yang sedang menempuh pendidikan dan menetap di pondok pesantren.
Kegiatan penyaluran dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2026, dan diberitakan NU Online Jawa Barat pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian organisasi terhadap keberlangsungan pendidikan santri sekaligus upaya meringankan beban orang tua.
BANTUAN MELIPUTI KITAB KUNING DAN KUOTA INTERNET
Ketua NU Care LAZISNU Kedokanbunder, Dr Amin Hidayat, menjelaskan bahwa bantuan dirancang untuk mendukung kebutuhan belajar selama santri berada di pondok pesantren.
Bentuk bantuan yang disalurkan mencakup:
Dukungan tersebut disesuaikan dengan mekanisme penyaluran yang telah ditetapkan lembaga.
Bantuan kitab dan buku diharapkan membantu santri mengikuti kegiatan pembelajaran. Sementara itu, kuota internet dapat mendukung kebutuhan akses materi pendidikan digital yang digunakan sesuai aturan pesantren.
PENERIMA BERASAL DARI TUJUH DESA
Penerima bantuan merupakan santri yang berasal dari tujuh desa di Kecamatan Kedokanbunder.
Pendataan dilakukan berdasarkan usulan pengurus ranting NU, lembaga, dan badan otonom Nahdlatul Ulama di masing-masing wilayah.
Amin Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan jajaran pengurus LAZISNU serta Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kedokanbunder yang dipimpin Haji Mahrus.
Pelaksanaan program juga mendapatkan dukungan dari Rais Syuriyah MWCNU Kedokanbunder KH Mujahidin dan Ketua Tanfidziyah Kiai Jabidin.
Melalui kerja sama tersebut, bantuan diharapkan dapat menjangkau santri yang membutuhkan dukungan pendidikan.
BAGAIMANA BANTUAN DISALURKAN?
LAZISNU Kedokanbunder menggunakan beberapa mekanisme penyaluran bantuan.
Sebagian bantuan dikirimkan melalui rekening penerima, sementara bantuan lainnya disalurkan ke rekening pondok pesantren atau diberikan langsung kepada orang tua maupun wali santri.
Mekanisme tersebut diterapkan sesuai kebutuhan penyaluran dan kondisi penerima.
LAZISNU berharap dukungan yang diberikan dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran dan kebutuhan operasional selama santri menempuh pendidikan.
APAKAH MASIH BISA MENDAFTAR?
Dalam pengumuman kegiatan yang dipublikasikan pada 20 Oktober 2026, tidak disebutkan adanya pembukaan pendaftaran umum baru bagi seluruh masyarakat.
Data penerima bantuan berasal dari usulan pengurus NU setempat.
Karena itu, orang tua santri yang ingin menanyakan kemungkinan pengusulan pada program berikutnya dapat menghubungi pengurus ranting NU atau LAZISNU Kedokanbunder melalui kontak resmi lembaga.
Masyarakat perlu memastikan persyaratan dan ketersediaan program sebelum menyerahkan dokumen pribadi.
Kegiatan sosial ini menjadi contoh dukungan masyarakat terhadap pendidikan pesantren, terutama dalam membantu para santri melanjutkan kegiatan belajar menjelang Hari Santri Nasional 2026.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir