KebonCinta.com - Saat memilih minuman, tulisan “tanpa penambahan gula” bisa membuat konsumen mengira kandungan gulanya pasti nol. Kebingungan muncul ketika tabel informasi nilai gizi justru mencantumkan sejumlah gula.
Kedua keterangan tersebut tidak selalu bertentangan. Produk dapat mengandung gula yang berasal dari bahan bakunya meskipun tidak mendapat tambahan gula dalam proses produksi.
Karena itu, klaim “tanpa penambahan gula” perlu dibaca sesuai maknanya. Keterangan tersebut berbeda dengan klaim “bebas gula” yang berkaitan dengan batas kandungan gula pada produk akhir.
Lampiran III Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 mengatur persyaratan pencantuman klaim “tanpa penambahan gula”. Salah satunya, produk tidak ditambahkan gula berkalori, seperti sukrosa, glukosa, madu, atau sirup fruktosa dari jagung.
Baca Juga: 5 Jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Memengaruhi Suasana Hati, Apa Saja?
Jadi, maknanya lebih luas daripada sekadar tidak memasukkan gula pasir. Menambahkan madu sebagai pemanis, misalnya, tetap termasuk penambahan bahan bergula yang disebut dalam ketentuan tersebut.
Aturan itu juga membatasi penggunaan bahan tertentu yang mengandung gula sebagai pengganti gula tambahan, seperti konsentrat sari buah non-rekonstitusi dan pasta buah kering.
Ketentuan BPOM mengakui bahwa pangan olahan dapat secara alami mengandung gula. Untuk produk yang memenuhi persyaratan klaim tetapi masih memiliki gula alami, label harus disertai keterangan “secara alami mengandung gula”. Nama gula, seperti laktosa atau fruktosa, dapat digunakan dalam keterangan tersebut.
Inilah alasan tulisan “tanpa penambahan gula” tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi kandungan gula nol gram.
Sebagai gambaran, apabila bahan baku sudah menyumbang gula, tidak menambahkan gula lagi tidak menghilangkan kandungan yang berasal dari bahan tersebut. Jumlahnya tetap perlu dilihat pada informasi nilai gizi produk.
Baca Juga: Sering Beli Es Kopi Susu dan Minuman Manis? Ini yang Perlu Diwaspadai Menurut Menkes!
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan pemanis. Klaim tanpa penambahan gula tidak dengan sendirinya menjelaskan bahwa produk tidak memakai bahan tambahan pangan pemanis.
Dalam ketentuan yang sama, BPOM menyebut bahwa klaim dapat dinyatakan dengan kata “unsweetened” apabila tidak ditambahkan bahan tambahan pangan pemanis.
Untuk mengetahui bahan yang digunakan, periksa daftar komposisi. BPOM menjelaskan bahwa daftar tersebut memuat bahan baku dan bahan tambahan pangan, dengan urutan dimulai dari bahan yang digunakan paling banyak.
Saat menemukan klaim ini, perhatikan keterangan gula alami, daftar komposisi, dan angka gula pada tabel informasi nilai gizi. Ketiganya memberikan informasi yang saling melengkapi.
Tulisan di bagian depan kemasan menjelaskan klaim tertentu, sedangkan tabel gizi menunjukkan jumlah kandungan yang dicantumkan. Daftar komposisi membantu mengenali bahan penyusunnya.
Baca Juga: Jarang Sempat Sarapan? Ini 5 Pilihan Minuman Sehat untuk Mengawali Hari
Dengan memahami perbedaan tersebut, konsumen dapat membaca label secara lebih tepat. Produk tanpa penambahan gula masih mungkin mengandung gula, sehingga kandungannya perlu diperiksa sebelum menentukan jumlah yang akan dikonsumsi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir