Anak banyak belajar dengan meniru orang-orang di sekitarnya, terutama orang tua. Karena itu, kebiasaan membaca akan lebih mudah ditanamkan apabila anak melihat orang tuanya juga menikmati buku.
Daripada hanya meminta anak membaca, orang tua dapat meluangkan waktu untuk membaca di hadapan mereka. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menunjukkan bahwa membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.
Anak perlu mengetahui bahwa membaca bukan hanya aktivitas untuk sekolah. Buku dapat menjadi sarana menemukan cerita baru, mengenal dunia, mempelajari hal-hal menarik, dan mengembangkan imajinasi.
Orang tua dapat menceritakan pengalaman menyenangkan setelah membaca buku tanpa memberikan penjelasan yang terlalu rumit.
Dengan begitu, anak perlahan memahami bahwa membaca dapat memberikan pengalaman baru dan pengetahuan yang berguna.
Menyediakan tempat khusus untuk membaca dapat membuat anak lebih tertarik mengambil buku. Tidak harus menggunakan ruangan besar.
Sebuah sudut sederhana dengan rak buku yang mudah dijangkau, bantal, karpet, atau pencahayaan yang nyaman sudah cukup untuk menciptakan suasana membaca yang menyenangkan.
Letakkan buku di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau anak agar mereka dapat mengambilnya sendiri ketika ingin membaca.
Hal yang tidak kalah penting adalah menghindari paksaan. Setiap anak memiliki minat dan perkembangan yang berbeda.
Jika anak sedang tidak ingin membaca, orang tua dapat memberikan jeda dan mencoba kembali pada waktu lain. Memaksa anak terus membaca justru berisiko membuat buku diasosiasikan dengan tekanan dan kewajiban.
Lebih baik membangun kebiasaan secara perlahan dengan menciptakan pengalaman membaca yang positif.
Menumbuhkan minat baca pada anak membutuhkan proses dan kesabaran. Orang tua tidak perlu mengejar target agar anak segera mampu membaca dalam jumlah banyak.
Hal yang lebih penting adalah membangun hubungan positif antara anak dan buku. Ketika membaca menjadi kegiatan yang penuh interaksi, kedekatan, dan kesenangan, anak akan lebih mudah menjadikannya sebagai kebiasaan.
Di tengah banyaknya distraksi digital, orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung budaya membaca. Mulai dari membacakan cerita, memberikan kesempatan memilih buku, menyediakan sudut baca hingga menjadi contoh bagi anak dapat dilakukan secara bertahap.
Pada akhirnya, anak yang tumbuh dekat dengan buku tidak hanya berpeluang memiliki kemampuan membaca yang lebih baik, tetapi juga memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal berbagai pengetahuan, cerita, dan perspektif sejak usia dini.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir