KebonCinta.com - Hidung tersumbat, kepala terasa berat, badan meriang, hingga batuk yang tidak kunjung reda sering membuat seseorang ingin segera minum obat. Apalagi jika gejala tersebut mulai mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.
Sayangnya, tidak sedikit orang yang memilih obat flu hanya berdasarkan kebiasaan atau rekomendasi orang lain. Bahkan, ada yang mengonsumsi beberapa obat sekaligus dengan harapan gejala lebih cepat hilang, tanpa memeriksa kandungan di dalamnya.
Padahal, penggunaan obat flu yang kurang tepat justru bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Lalu, kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari agar pengobatan tetap aman?
Pernah minum obat flu, lalu menambahkan obat penurun panas karena demam belum juga reda?
Kebiasaan ini perlu diwaspadai karena beberapa obat flu kombinasi sudah mengandung parasetamol untuk membantu meredakan demam dan nyeri.
Baca Juga: Vaksin Influenza Perlu Diulang Setiap Tahun, Apa Alasannya dan Seberapa Penting Manfaatnya?
Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, mengonsumsi lebih dari satu produk yang mengandung parasetamol atau acetaminophen dapat menyebabkan seseorang melewati batas dosis aman.
Jika dikonsumsi berlebihan, kandungan tersebut berisiko menimbulkan kerusakan hati yang serius.
Menganggap Obat Flu Bisa Langsung Membunuh Virus
Kesalahpahaman lain yang cukup sering terjadi adalah menganggap semua obat flu bekerja dengan menghilangkan virus penyebab penyakit.
Padahal, obat bebas seperti penurun panas, pereda nyeri, dan obat batuk-pilek umumnya hanya membantu meringankan gejala.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), obat-obatan yang dijual bebas dapat memberikan kenyamanan sementara, tetapi tidak menyembuhkan infeksi influenza.
Karena itu, gejala yang mulai berkurang setelah minum obat bukan berarti virus sudah sepenuhnya hilang dari tubuh.
Baca Juga: Flu Disebabkan Virus, Mengapa Antibiotik Tidak Bisa Menjadi Solusi Pengobatannya?
Mengabaikan Aturan Dosis dan Petunjuk Penggunaan Obat Flu
Merasa obat belum bekerja bukan alasan untuk langsung menambah dosis atau memperpendek jarak waktu konsumsi.
Setiap obat memiliki aturan penggunaan yang perlu disesuaikan dengan kandungan, usia, dan kondisi kesehatan penggunanya.
Mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan dapat meningkatkan risiko efek samping tanpa memberikan manfaat tambahan yang sebanding.
Memberikan Obat Flu Dewasa kepada Anak Tanpa Petunjuk Medis
Obat yang biasa dikonsumsi orang dewasa belum tentu aman diberikan kepada anak-anak.
FDA mengingatkan bahwa obat batuk dan pilek tertentu dapat menimbulkan efek samping serius pada anak, terutama usia yang masih sangat kecil.
Karena itu, orang tua perlu membaca batas usia pada kemasan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memberikan obat.
Baca Juga: Influenza A Perlu Diwaspadai, Dokter Bagikan 5 Cara Kurangi Risiko Penularan
Mengatasi flu memang penting, tetapi memilih obat tidak boleh dilakukan sembarangan. Membaca kandungan, mengikuti dosis, dan memahami fungsi obat menjadi langkah sederhana agar pengobatan tidak justru menimbulkan masalah kesehatan baru. ***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir