KebonCinta.com β Perkembangan kecerdasan buatan dinilai akan memengaruhi kekuatan ekonomi, teknologi hingga geopolitik dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah mendorong Indonesia agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi AI buatan negara lain.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan Indonesia mempunyai peluang untuk ikut berada di garis depan pengembangan teknologi tersebut.
βKita jangan sampai ketinggalan kereta,β ujar Dradjad.
Ia menilai perubahan teknologi tidak dapat dihindari hanya karena muncul kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap pekerjaan.
Sebaliknya, risiko perlu dikelola sambil tetap membangun kemampuan nasional.
Kecerdasan buatan memang dapat mengubah sejumlah jenis pekerjaan.
Sebagian aktivitas yang sebelumnya dilakukan manusia berpotensi diotomatisasi.
Namun AI juga dapat melahirkan jenis pekerjaan baru.
Kebutuhan tenaga di bidang data, perangkat lunak, pusat data, keamanan siber dan semikonduktor diperkirakan semakin berkembang.
Karena itu, peningkatan keterampilan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting.
Indonesia tidak cukup hanya membangun infrastruktur komputasi.
Tenaga ahli yang mampu merancang, mengembangkan dan mengelola teknologi juga dibutuhkan.
Pemerintah melihat pembangunan pusat data atau data center sebagai salah satu bagian dari ekosistem tersebut.
Namun pengembangannya harus memperhatikan kebutuhan energi dan air.
Pusat data dalam skala besar membutuhkan listrik yang tinggi.
Sistem pendinginan juga dapat membutuhkan sumber daya air dalam jumlah besar tergantung teknologi yang digunakan.
Karena itu, investasi teknologi tetap membutuhkan perhitungan dampak lingkungan.
Selain pusat data, industri semikonduktor menjadi sektor strategis.
Chip merupakan komponen yang digunakan hampir pada seluruh perangkat digital modern.
Mulai dari telepon pintar, kendaraan, komputer hingga sistem AI membutuhkan semikonduktor.
Dradjad mengatakan Indonesia harus berupaya menciptakan keunggulan kompetitif dalam perkembangan teknologi.
Peluang investasi global dinilai terbuka seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur AI.
Namun persaingan juga sangat ketat.
Berbagai negara berlomba membangun pusat data, melatih talenta serta menarik perusahaan teknologi untuk menanamkan modal.
Indonesia mempunyai keunggulan berupa jumlah penduduk yang besar dan pasar digital yang berkembang.
Tantangannya adalah memastikan nilai ekonomi dari teknologi tidak hanya dinikmati perusahaan asing.
Transfer pengetahuan, pengembangan SDM dan pertumbuhan industri lokal menjadi aspek penting.
Pemerintah juga perlu menyiapkan regulasi agar perkembangan AI tetap berada dalam koridor yang aman.
Persoalan perlindungan data pribadi, hak cipta, keamanan hingga potensi penyalahgunaan AI menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Teknologi dapat memberikan manfaat besar ketika digunakan secara bertanggung jawab.
Namun tanpa pengawasan yang baik, AI juga dapat meningkatkan risiko penipuan digital, manipulasi informasi maupun pelanggaran privasi.
Karena itu, ambisi menjadi pemain utama AI perlu berjalan beriringan dengan tata kelola yang kuat.
Indonesia bukan hanya ditantang untuk memiliki teknologi paling canggih.
Tujuan yang lebih penting adalah memastikan perkembangan AI memberikan manfaat bagi ekonomi, pendidikan, industri dan masyarakat secara luas.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir