KebonCinta.com-- Ketika seorang Muslim meninggal dunia, ada sejumlah kewajiban yang perlu ditunaikan oleh umat Islam yang masih hidup. Salah satunya adalah melaksanakan salat jenazah sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi orang yang telah berpulang.
Lantas, bagaimana hukum salat jenazah dalam Islam? Apakah setiap Muslim wajib melaksanakannya secara langsung?
Dikutip dari NU Online, hukum salat jenazah atau salat mayit adalah fardu kifayah. Artinya, kewajiban tersebut dianggap telah terpenuhi apabila sudah ada sebagian umat Islam yang melaksanakannya.
Namun, apabila tidak seorang pun menunaikan salat jenazah, padahal kewajiban itu sengaja diabaikan, umat Islam yang berkewajiban menanganinya dapat menanggung dosa. Karena itu, salat jenazah menjadi bagian penting dari tanggung jawab bersama ketika ada seorang Muslim meninggal dunia.
Baca Juga: Cara Menyusun RPP Seni Budaya Kelas 8 Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Langkah Pembelajaran
Salat jenazah bukan satu-satunya kewajiban yang perlu diperhatikan ketika seorang Muslim meninggal. Ada empat hal yang secara umum menjadi kewajiban kifayah terhadap jenazah, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan.
Keempatnya merupakan bentuk kepedulian umat Islam kepada orang yang telah meninggal. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya mengetahui tata cara pengurusan jenazah agar kewajiban tersebut dapat dilaksanakan dengan baik ketika dibutuhkan.
Salat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dari salat pada umumnya. Dalam pelaksanaannya, salat jenazah tidak disertai gerakan rukuk, iktidal, maupun sujud.
Salat ini dilakukan dengan berdiri bagi orang yang mampu, disertai takbir dan bacaan tertentu, kemudian diakhiri dengan salam. Salah satu unsur penting di dalamnya adalah doa untuk jenazah agar memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Agar dapat melaksanakan salat jenazah dengan benar, umat Islam perlu mengetahui rukun-rukunnya. Dalam tuntunan yang umum diajarkan, rukun salat jenazah meliputi:
Rincian bacaan dan tata cara pelaksanaan dapat dipelajari lebih lanjut melalui guru agama atau ulama setempat, sesuai tuntunan fikih yang dianut.
Baca Juga: 6 Ciri Kelelahan Mental yang Sering Tak Disadari, Kenali Sebelum Terlambat
Mengetahui hukum dan tata cara salat jenazah merupakan bekal penting bagi setiap Muslim. Sebab, kewajiban ini bisa muncul sewaktu-waktu ketika ada anggota keluarga, tetangga, sahabat, atau orang lain di lingkungan sekitar yang meninggal dunia.
Dengan memahami ketentuan salat jenazah, umat Islam diharapkan dapat ikut menjalankan tanggung jawab terhadap sesama Muslim. Selain menjadi pelaksanaan kewajiban agama, salat jenazah juga menjadi kesempatan untuk memanjatkan doa bagi orang yang telah meninggal agar mendapat ampunan dan kasih sayang Allah SWT.
Karena itu, mempelajari salat jenazah tidak sebaiknya ditunda sampai ada keluarga atau tetangga yang meninggal. Pengetahuan tersebut akan membantu umat Islam menjalankan kewajiban dengan lebih siap dan tepat.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir