KebonCinta.com — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berlangsung dengan berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pelestarian budaya.
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cigandamekar mengadakan rangkaian kegiatan Hari Santri mulai 2 hingga 22 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Sangkanmulya yang menjadi tuan rumah peringatan tahun ini.
Berdasarkan informasi NU Online Jawa Barat yang diterbitkan pada Minggu, 18 Oktober 2026, kegiatan mengusung tema lokal "Bersinergi Bersama Membangun Negeri".
Peringatan Hari Santri tidak hanya menghadirkan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga tradisi dan memperkuat kebersamaan.
FESTIVAL GENJRING RUDAT JADI AGENDA UTAMA
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah Festival Genjring Rudat yang dijadwalkan pada 18 Oktober 2026.
Genjring Rudat merupakan bagian dari kesenian tradisional bernuansa Islam yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dipelajari generasi muda.
Melalui festival ini, seni tradisional diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat diwariskan kepada anak-anak dan remaja di lingkungan masyarakat.
Pelestarian budaya menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Hari Santri yang diselenggarakan MWCNU Cigandamekar.
ADA LOMBA BOLA API SANTRI
Selain Festival Genjring Rudat, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan yang melibatkan santri, organisasi keagamaan, dan masyarakat umum.
Rangkaian tersebut meliputi:
1. Ziarah kepada sesepuh Desa Sangkanmulya.
2. Tadabur alam atau educational camp.
3. Yaumul Ijtima'.
4. Festival Genjring Rudat.
5. Lomba Cerdas Cermat Majelis Taklim.
6. Soccer Fire atau Bola Api Santri.
7. Upacara peringatan Hari Santri Nasional.
Bola Api Santri menjadi salah satu agenda yang memperkenalkan tradisi permainan di lingkungan pesantren.
Sementara itu, kegiatan cerdas cermat menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan pemahaman dan pengetahuan keagamaan.
Kegiatan tadabur alam juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian peserta terhadap lingkungan.
PUNCAK KEGIATAN 22 OKTOBER
Rangkaian Hari Santri MWCNU Cigandamekar dijadwalkan ditutup melalui upacara peringatan pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur organisasi Nahdlatul Ulama.
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Cigandamekar turut mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan.
Panitia juga bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Cigandamekar, Pemerintah Desa Sangkanmulya, dan Kantor Urusan Agama setempat.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara organisasi keagamaan dan masyarakat.
CARA CEK INFORMASI KEGIATAN
Masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan rangkaian acara dapat memantau publikasi MWCNU Cigandamekar dan NU Online Jawa Barat.
Informasi dapat diperoleh dengan mencari berita Hari Santri Cigandamekar melalui situs jabar.nu.or.id.
Perlu diketahui bahwa tidak semua kegiatan diumumkan memiliki pendaftaran terbuka untuk masyarakat umum.
Karena itu, bagi warga yang ingin mengikuti acara tertentu, sebaiknya memastikan lokasi, waktu, dan ketentuan peserta langsung kepada panitia.
Peringatan Hari Santri di Cigandamekar diharapkan dapat mempererat kebersamaan, melestarikan budaya Islam, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir