Keluarga
Hilmi An Naufal

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Psikolog Ingatkan Keluarga Tak Harus Selalu Memberi Solusi

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Psikolog Ingatkan Keluarga Tak Harus Selalu Memberi Solusi

10 Oktober 2026 | 14:29

KebonCinta.com — Kehadiran keluarga dapat mempunyai peran besar ketika seseorang sedang menghadapi tekanan psikologis maupun masalah kesehatan mental.

Namun dukungan tidak berarti anggota keluarga harus selalu mempunyai jawaban atau memberikan nasihat untuk setiap masalah.

Psikolog anak, remaja dan keluarga Efnie Indrianie mengatakan seseorang yang sedang mengalami tekanan terkadang lebih membutuhkan kehadiran yang membuatnya merasa aman.

“Dukungan keluarga bukan berarti harus selalu memberikan solusi,” ujar Efnie.

Menurutnya, mendengarkan dengan tenang dapat menjadi bentuk bantuan yang sangat berarti.

Ketika seseorang mulai menceritakan persoalan mentalnya, hal tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap orang yang diajak berbicara.

Respons pertama karena itu mempunyai peran penting.

Orang yang mendengarkan sebaiknya memberikan perhatian dan tidak terburu-buru memotong cerita.

Nasihat juga tidak harus langsung diberikan apabila orang tersebut sebenarnya hanya membutuhkan teman untuk berbicara.

Keluarga dapat menanyakan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan.

Baca Juga: Fanny Ghassani Ungkap 4 Tips Persiapan Lari 5K, Nomor 4 Sering Diabaikan 

Apakah ingin didengarkan, membutuhkan bantuan mencari solusi atau ingin ditemani mendapatkan pertolongan profesional.

Efnie juga mengingatkan pentingnya menghindari kalimat yang dapat membuat pengalaman seseorang terasa diremehkan.

Membandingkan masalah dengan penderitaan orang lain misalnya tidak selalu membuat seseorang merasa lebih baik.

Demikian juga memaksa seseorang untuk segera berpikir positif ketika dirinya sedang menghadapi tekanan berat.

Lingkungan keluarga idealnya menjadi tempat seseorang merasa diterima tanpa langsung mendapatkan penghakiman.

Rasa aman tersebut dapat membantu proses seseorang mengelola tekanan emosional secara lebih baik.

Dukungan juga dapat datang dari sahabat maupun orang terdekat lainnya.

Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang sehat dan mengetahui kapan seseorang membutuhkan pertolongan lebih lanjut.

Masalah kesehatan mental tidak selalu terlihat dari luar.

Seseorang dapat tetap bekerja, bersekolah dan terlihat produktif meskipun sebenarnya sedang mengalami tekanan psikologis.

Karena itu, perubahan perilaku, pola tidur, emosi maupun kemampuan menjalankan kegiatan sehari-hari perlu diperhatikan secara wajar.

Keluarga tidak perlu melakukan diagnosis sendiri.

Apabila kondisi berlangsung lama, semakin berat atau mengganggu kehidupan sehari-hari, bantuan psikolog, psikiater maupun tenaga kesehatan dapat dipertimbangkan.

Situasinya menjadi lebih serius apabila seseorang menyampaikan keinginan menyakiti diri atau mengakhiri hidup.

Dalam kondisi tersebut, orang tersebut sebaiknya tidak dibiarkan sendirian dan perlu segera dihubungkan dengan tenaga profesional atau layanan darurat.

Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental tidak hanya merupakan persoalan individu.

Lingkungan yang mau mendengar dan memberikan rasa aman juga menjadi bagian penting dalam proses seseorang menghadapi masalah dan mencari pertolongan.

Tags:
Kesehatan Mental Keluarga Psikolog Hari Kesehatan Mental Sedunia Parenting Remaja Kesehatan

Komentar Pengguna